BREAKING NEWS
Search

Properti Milik Chairul Tanjung yang Terus Disanjung, Apa Penyebabnya?

Chairul Tanjung sedang menjelaskan proyek TransPark Juanda Bekasi (Foto: Pius)
Setiap proyek Trans Property selalu menampilkan inovasi dan menawarkan keunikan dengan ciri tersendiri, termasuk di TransPark Juanda. Hal ini terbukti ampuh menjadi daya pikat calon pembeli, hingga tak heran hargapun melambung cepat.


Transformsi menjadi poin penting suksesnya bisnis properti milik konglomerat Chairul Tanjung. Melalui Trans Property, salah satu usahanya yang menaungi lini bisnis properti, dia mampu merangkum bahkan menggairahkan pasar properti. 

Sebagai contoh, transformasi ritel modern pada Carrefour menjadi Transmart yang merangkum beragam wahana juga tenant menarik lainnya, seperti Carrefour, F&B, Trans Studio, Cinema, juga Theme Park, hingga Snow City, wahana bertemakan salju. Pusat perbelanjaan itu, kini bukan lagi sekadar destinasi belanja namun menjadi area wisata dan rekreasi keluarga yang tidak membosankan. Transformasi pun menjadi kunci sukses pada bisnis properti residensial miliknya, bertajuk "TransPark", seperti di TransPark Juanda, Bekasi. 

TransPark Juanda merupakan salah satu superblok terbaru Trans Property, yang mulai dibangun sejak awal November 2017 lalu atau setahun setelah TransPark Cibubur. Proyek ini dibangun persis di Jalan Juanda, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang juga di simpang tiga Jalan Cut Mutia dengan aksesibilitas yang sangat memudahkan. Hanya berjarak 100 m dari Stasiun Commuter Line Bekasi Timur, 10 menit dari Stasiun LRT Bekasi Timur, dan 10 menit dari exit Tol Bekasi Barat atau 5 menit dari exit Tol Bekasi Timur.

BACA: Chairul Tanjung: Infrastruktur itu Seperti Pil Pahit

TransPark Juanda mengusung konsep lifestyle dan menjadi destinasi wisata keluarga, serta mengadopsi berbagai selera di era digital dan teknologi kekinian. TransPark Juanda dikembangkan dengan investasi Rp3 miliar oleh perusahaan milik konglomerat Chairul Tanjung di lahan 5 hektar. Proyek ini merangkum hunian vertikal, hotel, perkantoran, termasuk kampus perguruan tinggi The London School of Public Relations (LSPR), dan pusat perbelanjaan.

TransPark Juanda dilengkapi dengan berbagai fasilitas serta wahana terbesar dan pertama di Indonesia. Satu diantaranya adalah, waterpark yang terintegrasi langsung dengan apartemen, sehingga memungkinkan penghuni untuk bebas menggunakan fasilitas tersebut. Selanjutnya adalah Trans Studio yang akan menghadirkan sarana berbagai hiburan keluarga. Kemudian Snow Town, satu-satunya wahana bermain salju terbesar pertama di Indonesia. 

“Nantinya anak-anak bisa bermain salju dan membuat boneka salju atau bola salju. Dan kami pun akan membangun café dan restoran di tengah konsep Snow Town tersebut,” ujar Ronald Cassidy, Direktur Marketing Trans Property.

TransPark Juanda mengintegrasikan lima tower apartemen dengan total lebih dari 5.000 unit. PT Adhi Persada Gedung (APG) selaku kontraktor menargetkan pembangunan proyek superblok ini kurang dari 23 bulan, sehingga pada akhir 2019 seluruh kegiatan pembangunan di superblok ini sudah rampung. Namun untuk kampus LSPR ditargetkan rampung terlebih dahulu, yakni sekitar Maret 2018, sehingga kegiatan penerimaan mahasiswa baru bisa dimulai di September 2018. Tower LSPR dibangun dengan kapastitas yang dapat menampung lebih dari 7.000 mahasiswa.

Sold Out 2018

Seiring target rampungnya TransPark Juanda di 2019, sejumlah infrastruktur pun diprediksi mulai beroperasi. Hal ini tentunya akan semakin meningkatkan nilai jual dan investasi proyek ini. Adapun Commuter Line rute Cikarang yang melintasi stasiun Bekasi Timur sudah beroperasi Oktober 2017 lalu. Kemudian Tol Becakayu (Bekasi - Cawang - Kampung Melayu) seksi 1B dan 1C juga baru diresmikan pengoperasiannya 3 November 2017 lalu. Menyusul kemudian adalah kereta ringan LRT Bekasi – Cawang yang akan selesai pada 2019.

“Potensi sewa sangat bagus, di mana ada kampus di situ tentu ada demand. Untuk tipe studio seperti orang sewa kos-kosan, apalagi mahasiswa LSPR yang mencapai 7.000an orang,” ucap Ronald meyakinkan.

Terbukti, animo tinggi pemburu properti sudah terlihat sejak diperkenalkan, November 2017 lalu. Antrian calon pembeli memaksa pengembang untuk segera melepas penjualan perdana, padahal rencana awal baru akan dipasarkan di awal 2018. Tower Jade sebagai tower apartemen pertama pun langsung ludes sebanyak 350 unit dari total 700 unit disaat ground breaking tersebut. Ada tiga tipe yang dijual, yakni studio, 2 bedroom, dan tipe 3 bedroom dengan harga mulai Rp280 juta. 

“Luar biasanya adalah orderan sudah antri. Sehingga saat itu kami buka penjualan, tetapi terbatas hanya ke teman-teman kami,” kata Ronald. 

Setelah sebulan dilego di pasar, penjualan tower pertama tersebut sudah mencapai sekitar 90%. Pengembang pun berencana mulai memasarkan kembali tower kedua di awal 2018.

“Planning kami di Januari 2018 kami akan launching penjualan tower kedua. Dan di akhir 2018, sebanyak 5 tower sudah harus habis terjual,” ungkapnya. 

Ronald optimis mencapai terget tersebut, apalagi minat tinggal dan investasi masyarakat Bekasi juga Jakarta dan sekitarnya masih sangat tinggi. Sementara harga pun kini sudah mencapai Rp300 juta untuk tipe studio. [Pius Klobor]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Properti Milik Chairul Tanjung yang Terus Disanjung, Apa Penyebabnya?