BREAKING NEWS
Search

Kota Wisata Segera Lepas dari Jalur 'Neraka'

Sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun menuju Cibubur diyakini kian memopulerkan kawasan ini menjadi area hunian yang nyaman dan layak dipilih.


Kawasan Cibubur terlanjur dicap sebagai “jalur neraka” lantaran kemacetan lalulintas di arteri Jalan Alternatif Cibubur (Jalan Transyogi) hingga Cileungsi. Faktor ini juga menjadi alasan bagi sebagian konsumen properti yang enggan masuk ke wilayah tersebut. 

Namun persoalan ini nampaknya segera berlalu, pasalanya jaringan infrastruktur terintegrasi segera rampung dalam 2 tahun ke depan. Sebut saja Jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang pengerjaannya telah mencapai Jalan Transyogi, sedangkan light rapid transit juga ditarget beroperasi Mei 2019 mendatang. Kawasan Cibubur dipastikan segera bertransformasi.

Proyek jalan tol dan LRT tengah digenjot di kawasan yang sudah lama dikenal dengan kemacetan lalulintasnya (Pius)
Proyek jalan tol dan LRT tengah digenjot di kawasan yang sudah lama dikenal dengan kemacetan lalulintasnya (Pius)
“Potensi pasar hunian di koridor timur Jakarta adalah yang akan berkembang paling pesat saat ini,” sebut Ishak Chandra CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Alasan lain, sebut Ishak, dikarenakan harga tanah di area selatan, pusat dan barat Jakarta sudah tinggi dan tren huniannya adalah vertikal. Dengan demikian, Cibubur termasuk bagian dari koridor timur menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat yang ingin tinggal atau berinvestasi di sana.

Sinar Mas Land sudah masuk di kawasan Cibubur sejak 1995 dengan mengembangkan kawasan perumahan Kota Wisata dan Legenda Wisata. Saat ini, Kota Wisata tengah menjadi primadona bagi pemburu properti lantaran kota mandiri ini terintegrasi sempurna dengan jaringan transportasi. Kota Wisata kini telah dihuni sekitar 9.500 kepala keluarga, sementara hunian dipasarkan dengan harga berkisar Rp900 jutaan hingga Rp5 miliar per unit.

“Kota Wisata Cibubur telah dilengkapi dengan akses transportasi yang mudah dan terintegrasi, menjadikan kawasan ini menjanjikan keuntungan berinvestasi berlipat di masa mendatang,” kata Ishak.

Kota Wisata dikembangkan di lahan seluas 700 hektar dengan area pengembangan mencapai sekitar 500 hektar. Kota mandiri ini memiliki beragam fasilitas lengkap, seperti pasar modern yang pertama ada di area Cibubur, kemudian sportclub bintang 5. Ada pula rumah sakit, taman kota, jogging track dan kawasan komersial. [Pius Klobor/Property and The City]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Kota Wisata Segera Lepas dari Jalur 'Neraka'