BREAKING NEWS
Search

Kloset Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Aman?

Apakah Anda lebih suka dan akan lebih memilih untuk menggunakan kloset duduk atau kloset jongkok? 

Kloset duduk, oleh sebagian orang diangap paling aman dengan beberapa alasan: 
(1). Lebih lama untuk bisa bersantai sambil membaca koran atau menghayal. 
(2). Dikernakan posisi buang air besar (BAB) adalah duduk, maka tidak mudah lelah, atau bahkan kaki tidak mudah kram. 

Lalu bagaimana dengan kloset jongkok? Pengalaman saya membuktikan, meski lebih cepat capeh, terutama pada kedua kaki sebagai tumpuan, tapi paling aman karena tidak bersentuhan langsung dengan kloset. 
Nah...Anda tentu tidak mau terkena penyakit kulit atau penyakit kelamin lainnya bukan? 

Lantas Anda masih mau menggunakan kloset duduk? 

Ada lagi ni temuan terbaru yang ternyata juga lebih menguntungkan buat kloset jongkok. Meski semakin banyak orang meninggalkan jenis kloset ini, ternyata dengan menggunakan kloset jongkok juga akan berdampak terhadap lancarnya BAB Anda, lho!

Penjelasannya: 
Kloset duduk; saat Anda duduk dan membuah hajat, ternyata hanya sebagian otot Anda yang rileks. Dengan begitu sehingga BAB Anda pun menjadi terhambat.
Kloset jongkok; di saat ini, otot-otot yang bertanggung jawab untuk pengeluaran tinja Anda ternyata bisa bekerja dengan sempurna, semuanya bisa rileks dan wuish.....mencorrr semuanya.

Pada dasarnya bagian bawah tubuh kita memang tidak didesain untuk terus mengeluarkan urine atau tinja, sehingga ada semacam lekukan di saluran cerna antara rektum dan anus. Lekukan itu mirip dengan penutup di ujung selang sehingga air tidak terus menerus mengalir. Nah, dalam posisi jongkok, saluran tadi akan terbuka sehingga tinja lebih mudah dikeluarkan. Ini sebabnya mengapa kita harus lebih mengejan saat BAB dalam posisi duduk.

Dov Sikirov, seorang peneliti asal Israel ingin tahu lebih jelas mengenai mekanisme hal ini. Dia pun melakukan penelitian dan membandingkan berapa lama rasa mulas bisa timbul dan usaha yang dibutuhkan untuk BAB antara orang yang BAB sambil duduk dan jongkok. Ternyata, dalam posisi jongkok seseorang butuh waktu hanya tiga perempat dari orang dengan posisi duduk untuk mulas dan BAB.

Di Jepang, penelitian serupa juga dilakukan dan hasilnya dimuat dalam jurnal Lower Urinary Tract Symptoms. Enam partisipan dalam studi ini diberikan cairan kontras di bagian rektumnya agar lebih terlihat di bawah alat rontgen. Mereka diminta mengeluarkan cairan dari posisi jongkok dan duduk.

Dari rekaman video diketahui, posisi anorektal meningkat secara signifikan dari 100 derajat menjadi 126 derajat dari duduk ke jongkok. Akibatnya BAB pun lebih mudah dalam posisi jongkok. 

Okey, jadi baiknya bagaimana? Apakah Anda masih mau melanjutkan keintiman Anda bersama kloset duduk yang sudah terpasang di kamar mandi Anda atau malam mau menggantinya dengan yang model tradisional, yakni kloset jongkok?



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


2 thoughts on “Kloset Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Aman?