BREAKING NEWS
Search

Yanto, Mantan Anak Jalanan yang Sukses Dengan Omzet Miliaran (2)

Foto: Pius
Jenis produk yang paling banyak dibelanjakan adalah lampu polisi/lightbar dan lampu rotary.

Rasa tak percaya masih saja ada dari sejumlah sahabat dan teman dekatnya ketika mengetahui jika Yanto sudah bekerja apalagi punya usaha sendiri. Mereka tahu, lelaki asal Bangka Belitung ini adalah seorang pengamen, kuli panggul, anak jalanan tak berpendidikan yang tentu tidak mungkin punya usaha sendiri.

Maklum, Yanto, pemilik toko Sumber Karunia Abadi ternyata adalah anak ‘melarat’ yang banyak menghabiskan hidupnya di jalanan. Pernah merasakan pahitnya hidup semasa menyandang gelar pengamen jalanan di angkutan umum P12. Selanjutnya, terdesak perjuangan demi hidup, Yanto juga pernah melakoni pekerjaan sebagai kuli panggul di Pasar Kopro, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Inilah perjalanan dan perjuangan hidup yang harus ia lalui demi bertahan hidup. Maklum, anak terakhir dari empat bersaudari ini terlahir dari keluarga sangat sederhana. Keseharian orang tuanya adalah sebagai penjual karung bekas di Bangka Belitung.

Demi perubahan hidup yang lebih layak, pada tahun 2000 pria kelahiran 15 Juli 1982 ini merantau ke Jakarta. Tapi sayang, terbatasnya pendidikan apalagi modal, Yanto pun melarat di Ibukota.

Kerasnya hidup penuh perjuangan di jalanan ternyata bermanfaat positif bagi Yanto. Hidup susah yang yang pernah ia lakoni ternyata telah menempah sikap dan mental disiplin dan kerja kerasnya untuk terus maju menatap masa depan yang cemerlang. Derita yang pernah ia alami telah menjadi anak tangga menuju kesuksesan yang tak pernah ia bayangkan.

Perlahan namun pasti, bangku pendidikan pun mulai dikenyam kembali. Meskipun hanya sanggup hingga SMA, namun setidaknya ini menjadi modal berharga bagi Yanto. Selepas dari situ, ia pun mulai memasuki dunia kerja. Yanto bekerja di beberapa perusahaan, meski hanya sebatas kuli alias pekerja kasar. Yanto menjalankan semua itu sebagai sebuah proses pembelajaran.
“Awalnya saya kerja sebagai tukang dorong lori. Dalam proses situ saya terus belajar hingga saya dipercaya untuk mengurusi sebuah perusahaan. Dari situ saya mulai berpikir untuk bisa memulai usaha saya sendiri. Dan akhirnya saya keluar dari sana dengan membawa segudang ilmu yang saya miliki. Dari ilmu itulah saya beranjak,” katanya.

Ilmu dan pengetahuan yang sangat berarti, sekira 13 tahun dia bekerja di perusahaan importir alat teknik dan otomotif. Yanto pun mulai menjalankan usahanya sendiri yang menyasar ke segmen pasar peralatan otomotif, khususnya lampu instrument seperti rotator, sirine, toa, lampu rotary, lampu strobe, lightbar/lampu polisi, dan berbagai jenis lainnya.

Berbagai upaya dan kerja kerasnya mulai menunjukkan hasil positif. Sedikit demi sedikit perputaran modal usahanya mulai berdampak keuntungan. Tiga bulan berselang atau sekitar Februari 2013, Yanto sudah bisa mengoperasikan usahanya sendiri dari keuntungan tersebut. Bahkan ia sudah bisa membeli etalase sendiri, memasang telepon & fax, meja & kursi, juga perlengkapan lainnya.

“Bulan keempat, usaha saya benar-benar sudah bisa berjalan sendiri. Operasional usaha sudah ada dari keuntungan yang kami peroleh. Dan sejak saat itu trafiknya terus menanjak,” jelas Yanto.

Pemesanan pun terus berdatangan, termasuk dari berbagai daerah di luar Jabodetabek. “Setiap keuntungan yang masuk selalu saya pergunakan untuk pengadaan barang. Bahkan, Puji Tuhan, saking banyaknya barang sampai tidak muat, sehingga saya titipkan ke toko tetangga,” kata Yanto sembari menunjukkan beberapa barangnya yang dititipkan di tokoh sebelah.

Sementara produk yang paling banyak dibelanjakan, sebut Yanto, adalah jenis lampu polisi/lightbar dan lampu rotary. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga bervariasi mulai dari Rp350-an ribu hingga jutaan rupiah.

“Lampu polisi paling murah Rp2,5 juta. Jenis lampu ini menggunakan bohlam halogen dengan sitem putar. Sedangkan yang termahal Rp6,5 juta yang sudah menggunakan bohlam LED dengan sistem kedip. Kalau lampu rotary mulai dari Rp350 ribu sampai Rp2,5 juta,” terang Yanto.

Menyadari persaingan yang juga semakin tinggi, Yanto menerapkan beberapa strategi, antara lain memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, dan harga produknya pun lebih bersaing lantaran sudah impor sendiri. “Andai kata saat pengiriman barangnya rusak, maka kami akan menggantinya dengan yang baru. Jadi pembeli tidak usaha khawatir.”
Toko Sumber Karunia Abadi buka Senin-Sabtu mulai pkl. 08.00-19.00 wib. Setiap harinya toko ini selalu ramai didatangi pembeli, belum lagi yang memesan melalui telepon atau email/internet atau dari toko-toko lainnya. Sebagaimana yang IndoTrading News saksikan, karyawan sibuk mengemasi barang-barang yang akan dikirim ke daerah di Kalimantan. Tingginya permintaan tersebut mendatangkan pula pedapatan yang sangat tinggi. Kata dia, selama empat bulan terakhir (sejak awal tahun), omzet usahanya telah mencapai Rp6 miliar.

“Per bulan omzet saya berkisar antara Rp2 miliar-Rp3 miliar,” katanya menegaskan.

Kini Yanto tak sekadar menjadi pengusaha sukses, pemilik usaha bernama “Sumber Karunia Abadi”. Yanto juga seorang importir yang sejak Februari 2013 lalu mendatangkan sendiri berbagai produk yang dijualnya dari beberapa negara luar, terutama Tiongkok. Yanto juga adalah supplier yang mendatangkan dan mendistribusikan berbagai produk otomotif ke toko-toko lain. Yanto, mantan anak jalanan dan kuli panggung itu kini adalah pengusaha sukses dengan omzet miliaran rupiah.

“Semua ini bisa saya lalui dan saya jalankan berkat doa orang tua. Namun yang terpenting juga adalah kembali pada diri kita. Apakah kita sendiri punya tekad dan niat untuk mau berjuang dengan bekerja keras serta keyakinan bahwa kita juga bisa sukses,” pungkasnya. [pius klobor/IndoTrading News]

SUMBER KARUNIA ABADI
Alamat: Lindeteves Trade Center (LTC), Lt. UG, Blok C1 No. 6.
Jl. Hayam Wuruk No. 127, Glodok, Jakarta Barat
Telp.: (+62) 2162305569, (+62) 85287199189, (+62) 81299391189
Fax: (+62) 21 – 62305569
Website: www.lampurotari.com


Baca Juga:

Bisnis Lampu Rotari, Yanto Raup Omzet Miliaran Rupiah (1)



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Yanto, Mantan Anak Jalanan yang Sukses Dengan Omzet Miliaran (2)