BREAKING NEWS
Search

Sepatu Batang Pisang Suminah, Modal Rp 150 Ribu Kini Omzet Puluhan Juta Rupiah

Sepatu berbahan dasar batang pisang
Suminah, ibu rumah tangga warga Desa Harapan Makmur, Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu, tak menyangka kemampuannya memintal dan mendesain sepatu berbahan dasar kulit pisang membuat ia menjadi pengusaha kecil yang mulai membidik pasar ekspor China dan Ukraina. 

Sepatu buatan tangan berbahan dasar batang pisang tersebut ia geluti bermula dari kerisauannya melihat kebun pisang seluas setengah hektare yang ia miliki di belakang rumah.

"Awalnya saya tidak membuat sepatu tetapi batang pisang tersebut saya olah untuk kerajinan tangan seperti gantungan kunci, tas, tempat tissue dan sebagainya, yang dijual dalam pasar terbatas pesanan konsumen," kata Suminah saat ditemui di rumahnya, pekan lalu. 

Namun, lanjut dia awal tahun 2012, Pemprov Bengkulu menyarankan agar kerajinan batang pisang itu dimodifikasi dengan pembuatan sepatu fashion untuk perempuan dan ternyata berhasil.
Atas kerjasama dengan pemerintah, akhirnya ia sempat beberapakali mengenyam sekolah khusus pembuatan sepatu di Balai Persepatuan Indonesia di Sidoarjo. Bahkan tahun 2014 ia berencana mengambil pendidikan khusus pecah pola sepatu.

Sepatu fashion berbahan dasar batang pisang ini memang belum populer di kalangan masyarakat umum. Hanya kalangan tertentu yang memesan itu pun kebanyakan pesanan dari luar Bengkulu, seperti Gorontalo, Jawa Tengah, Jakarta, dan beberapa isteri kalangan pejabat seperti gubernur dan bupati.

"Beberapa kali saya dikirim pemerintah untuk ikut pameran seperti di China bahkan September 2014 jika tak ada halangan saya dikirim juga ke Ukraina untuk promosi dan pameran sepatu karya saya ini," kata dia bangga. 

Sepatu dan sandal buatan Suminah jika diamati cukup mengikuti tren mode dengan bentuk dan desain yang sedang digandrungi para kaum remaja dan para ibu. "Sepatu ini memang fashion terbatas cukup modis untuk digunakan para remaja dan kaum ibu jika hendak jalan ke mal, dan sebagainya," kata dia. 

Hingga kini dalam satu bulan ia menerima pesanan pembuatan sepatu tersebut antara 10 hingga 15 pasang dengan harga beragam. Ia menjual sepatu berbahan dasar batang pisang tersebut bervariasi antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.
Sedangkan untuk model sandal dengan motif batik besurek khas Bengkulu antara Rp 60 ribu hingga Rp 250 ribu. Sejauh ini, ia katakan kendala terberat yang ia hadapi adalah persoalan permodalan. Soal pemasaran, ia tak mempersoalkannya karena ia telah cukup dikenal dan memiliki branding dengan merek Mega Souvenir. 

Permodalan, kata dia, terbentur karena membeli bahan baku tergolong susah. Sebab, tidak saja membutuhkan batang pisang. "Bengkulu masih susah bahan baku, kalau batang pisang cukup namun untuk bahan baku seperti lem, insol, high heels, cat dan pengkilap harus pesan di Pulau Jawa," ungkap dia. 

Bisnis tersebut dimulainya dengan modal yang murah yakni sebesar Rp 150 ribu. Saat ini omzet usaha Suminah bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sejauh ini ia katakan peran pemerintah sudah maksimal, tinggal lagi permodalan yang ia butuhkan untuk dapat terus beroperasi bersama empat orang karyawannya. 

Sumber: Kompas.com



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Sepatu Batang Pisang Suminah, Modal Rp 150 Ribu Kini Omzet Puluhan Juta Rupiah