BREAKING NEWS
Search

Kini, Buat Miniatur Kapal Bisa dengan Mesin Pambungkal Ciptaan Mahasiswa ITS

Kerajinan miniatur perahu yang dibuat oleh Arifin asal Purwakarta, Jawa Barat. Anda bisa memilikinya, menambah koleksi interior Anda. Harganya berkisar antara Rp400-an ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran dan kerumitannya. (Foto: Pius)
Menggunakan cara manual, sebuah miniatur perahu bisa diproduksi sekitar 3-4 hari, namun dengan mesin tersebut dapat menghemat hingga dua hari.

Sejumlah pelaku usaha kerajinan miniatur perahu/kapal masih mengeluhkan kesulitan memenuhi permintaan atas produknya. Bahkan Arifin, pemilik Danau Biru yang memproduki miniatur perahu mengatakan, sering kewalahan melayani permintaan pelanggan. Kapasitas produknya yang hanya mencapai 20 miniatur per bulan sangat sulit memenuhi permintaan yang semakin meningkat. Dengan demikian, Arifin pun belum berani memasarkan produknya melalui media online.

Tapi kini, keluhan para perajin tersebut barangkali bisa teratasi dengan mesin pembukal temuan para mahasiswa asal Insititut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Dikutip dari laman http://old.its.ac.id/, minimnya teknologi tepat guna pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) membuatnya kurang berkembang. Salah satu bentuk kepedulian mahasiswa ITS untuk menciptakan teknologi tersebut ditunjukan Miftahul Ahzabuddin dan empat kawannya. Melalui karya PKM Penerapan Teknologi (PKM-T), mereka membuat mesin pambungkal.

PKM-T ini mengangkat judul Mesin Pambungkal (Pahat Miniatur Lambung Kapal) Guna Mempercepat dan Efisiensi Produktivitas di UKM GITS Handycraft. Latar belakang dari PKM ini karena masalah efisiensi. ”Jadi, masalah yang dihadapi UKM pembuat kerajinan miniatur kapal tersebut adalah lamanya proses pembuatan lambung kapal,” tuturnya.

Kata dia, kalau menggunakan cara manual (memakai tangan – red), maka waktu yang diperlukan dari awal sampai jadi bisa tiga hingga empat hari. Akan tetapi, jika menggunakan alat yang ia ciptakan bisa menghemat sampai dua hari.

Menurut Giat Sugiarto, pemilik UKM, UKM tersebut pernah menerima permintaan hingga puluhan. Akan tetapi banyak permintaan yang ia tolak dikarenakan SDM yang kurang dan pembuatan yang lama.

“Usaha yang telah dilakoni oleh Pak Giat Sugiarto ini memang sudah berhasil menembus pasar internasional,” ucap Mahasiswa D3 Teknik Mesin Program Dinas Tenaga Kerja ini. Bahkan, UKM tersebut telah menjadi langganan negara Korea Selatan.

Menurut pria yang akrab dipanggil Ahza ini, mesin ini lebih seperti tatahan untuk menghaluskan kayu. “Bedanya, alat yang kami buat menggunakan motor, jadinya tidak terlalu manual,” terangnya.

Pada alat tersebut juga tersedia meja yang digunakan sebagai pijakan saat meraut kayu yang akan dibentuk lambung. Mejanya sendiri memiliki kelebihan dalam hal pergerakan. Meja tersebut bisa bergerak searah sumbu X, Y, Z, berputar, dan jungkat-jungkit.

“Meskipun sudah otomatis, kami tetap mempertahankan kemanualannya dengan cara memegang dan menggerakkan handle di meja saat sedang dibentuk dalam pambungkal,” tambah Ahza.

Hal itu ia lakukan untuk menjaga konsep seni yang memang sudah dari awal-awal usaha dilakukan secara manual menggunakan tangan.

Kedepannya, ia dan tim berharap agar karyanya bisa dipatenkan. Sehingga nantinya dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan. “Melalui karya ini, saya dan tim juga berharap agar di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) bisa membanggakan almamater dengan membawa medali emas,” pungkasnya. [ama/IndoTrading News]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Kini, Buat Miniatur Kapal Bisa dengan Mesin Pambungkal Ciptaan Mahasiswa ITS