BREAKING NEWS
Search

Kerajinan Kaca: Melahap Seksinya Seni Merangkai Kaca

Berani tampil beda dengan sejumlah inovasi ternyata berhasil mempertahankan lahan bisnisnya dari gempuran produk impor.


Menampilkan suasana ruangan yang berbeda dengan kesan mewah pun ternyata bisa dilakukan dengan berbagai produk kerajinan kaca. Tak hanya itu, bagi usaha-usaha semacam restoran atau café pun akan sangat membutuhkan produk fungsional dari kaca ini untuk memberikan pelayanan lebih kepada para pelanggannya. Lantas apa saja nilai lebih dari sekadar piring atau gelas kaca yang Anda gunakan sehari-hari?

Perpaduan kaca yang disempurnakan dengan warna-warna menarik, serta hiasan lainnya, akan memberikan kesan yang sangat berbeda. Apalagi bagi tamu atau pelanggan yang bertandang ke tempat Anda. Inilah yang coba dihadirkan oleh PT Cera Glassindo melalui berbagai produk pajangan maupun produk fungsional kaca-nya.

Pemilik usaha berlabel “Cera Craft”, Harsono Samin, ketika berbincang dengan IndoTrading News, beberapa waktu lalu menuturkan, berbagai jenis kaca, termasuk kaca bekas pun dapat diolah kembali menjadi aneka produk menarik dengan nilai jual tinggi.

“Kita bisa gunakan 100% kaca bekas atau campuran 30% hingga 50% kaca bekas. Semakin banyak unsur kaca bekas yang digunakan, maka produk kacanya kurang bening,” kata Harsono.

Menurut dia, hal ini terjadi lantaran pada umumnya kaca bekas sudah terkontaminasi dengan debu atau kotoran yang mengandung zat besi atau zat kimia lainnya. Namun demikian, kualitas produk tetap sama, antara kaca bekas maupun kaca baru.

“Jadi hanya berpengaruh pada warnanya saja,” tegasnya.

Tidak Mudah
Memang tidak mudah mengolah kaca menjadi berbagai produk menarik tersebut. Butuh keahlian dan teknik khusus untuk bisa memproduksi berbagai produk kerajinan itu.

Harsono adalah seniman yang pintar berkreasi di atas kaca. Tangannya pandai meliuk merangkai dan membentuk berbagai produk kaca yang menarik. Sejatinya, pria kelahiran Medan, 1960 ini pernah mempelajari secara khusus teknik membuat produk kaca dan keramik di Kanada, tahun 1982 silam. Sudah ribuan produk yang berhasil ia produksi sejak usaha (produk kaca) ini dimulai pada 1992 lalu.

“Ada beragam produk yang bisa kami produksi, baik fungsional maupun sekadar sebagai pajangan. Ada piring, tempat minum, vas bunga, dan berbagai hiasan-hiasan, juga aksesori lainnya,” ujar Harsono.

Kata dia, ketelitian dan ketekunan menjadi modal pokok dalam mengerjakan usaha produksi kaca ini. Meskipun lebih sulit dari keramik, dia punya alasan sendiri memilih usaha ini. Selain tuntuan pasar, ternyata seni merangkai kaca pun lebih beragam. Demikian halnya teknik yang digunakan. Ada teknik centrifugal (cairan kaca yang dibentuk melalui sebuah wadah yang berputar). Ada juga teknik press (membentuk produk sesuai cetakan atau mal yang tersedia), teknik tiup dengan menggunakan pipa stainless, dan beberapa lainnya.

“Teknik-teknik tersebut bisa kita ciptakan sendiri sesuai dengan bentuk dan jenis produk yang akan kita buat,” terang Harsono.

Tampil Beda

Sebagai pengusaha sekaligus seniman kaca, kreativitas tentu menjadi hal mendasar dalam mengembangkan usahanya. Produk yang dihasilkan pun tak sekadar piring yang digunakan untuk makan atau gelas minum yang hanya sebagai wadah air minum atau anggur merah.

Kreativitasnya melahirkan berbagai inovasi baru untuk mendesain dan merancang berbagai produk cantik dan menarik. “Kalau dulu kan hanya digunakan untuk membuat piring atau tempat minum saja. Piring tidak sekadar hanya untuk nasi dan lainnya saja, tapi lebih pada tampilannya yang menarik dan bentuknnya yang lebih modern,” ungkapnya.

“Jadi sekarang bukan sekadar hanya menjadi tempat makanan, tapi juga pada seni penyajiannya yang lebih menarik,” katanya.

Demikian halnya pada jenis piring untuk hiasan/pajangan. Kreativitasnya pun tak mengenal batas, seperti dengan hiasan kangkung atau slumping muncul dalam segi empat agak melengkung. Teksturnya pun bisa dimunculkan dengan penuh guratan yang khas dan unik.

Demikian halnya pada produk lain, seperti stoples. Jenis ini pun tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, maupun warna. Ada yang polos, namun ada juga yang berpola, ukiran dan lainnya. Sementara produk-produk lainnya, seperti pernak-pernik atau aksesori pun dihadirkan dengan model dan corak yang lebih modern dan bervariatif. Misalnya tempat-tempat lilin, vas bunga, dan lainnya.

Kombinasi
Tidak semata kaca yang digunakan Harsono untuk memproduksi beragam produknya itu. Tuntutan pasar dan persaingan bisnis yang semakin tinggi, terus memicu insting seninya untuk berkreasi dan berinovasi. Ia pun berani menghadirkan produk lainnya yang dikombinasi dengan kaca-kaca hasil produksinya.

Sebut saja kura-kura. Aksesori unik ini menggunakan kaca sebagai alas bawah (kaki & tangan), juga kepala dari kaca. Sementara punggungnya merupakan jenis batu alam yang memilik corak serta tekstur unik. Ada pula sangkar burung unik yang juga tak luput dari kaca sebagai pemanisnya.

Beberapa produk furnitur, seperti meja maupun hiasan dinding yang menggunakan kayu juga tak luput dari kreativitas Harsono. Ia bekerja sama dengan adiknya yang adalah pengusaha mebel untuk memproduksi berbagai produk itu. Strategi ini pula diakui Harsono untuk mempertahankan lahan bisnisnya dari gempuran produk impor, terutama dari Tiongkok.

“Arah kami memang lebih pada kreativitas, sehingga tidak hanya kaca saja yang kami produksi, kami juga bisa padukan dengan metal/besi, akrilik, atau beberapa lainnya,” kata Harsono.

Produk-produk tersebut ternyata sangat diminati oleh hotel-hotel, restoran, café, kantor, maupun rumah-rumah. “Mereka tidak mau hanya tampilan seperti yang biasa-biasa saja. Mereka maunya yang berbeda dengan lainnya,” sebut Harsono.

Maraknya pembangunan hotel dan restoran akhir-akhir ini, turut pula mendongkrak penjualan hasil kerajinan Cera Craft. Produknya pun telah dipasarkan ke beberapa daerah di Indonesia.

“Masih lebih banyak di sekitar Jakarta, sementara ke daerah kebanyakan ke pemesan,” katanya.

Tak hanya itu, pasar luar negeri pun sangat meminati produk kerajinan kaca ini. Produknya pernah dipasarkan ke Singapura, Malaysia, Prancis, Italia, dan beberapa negara lain.

Berbagai produk kaca Cera Craft tersebut dijual mulai dari Rp10.000, untuk berbagai jenis souvenir dan pernak-pernik, hingga jutaan rupiah. “Biasanya yang mencapai jutaan itu, seperti vas-vas yang besar atau produk dengan desain khusus, atau yang menggunakan beberapa unsur material tambahan,” ungkapnya. 

Nah, bagi Anda pecinta seni atau yang ingin memerikan kesan yang berbeda dari lainnya, baiknya mencoba hasil karya Harsono. Anda pun bisa memesan sesuai desain dan bentuk yang diinginkan. [pius klobor/IndoTradingNews]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


2 thoughts on “Kerajinan Kaca: Melahap Seksinya Seni Merangkai Kaca