BREAKING NEWS
Search

Bisnis Lampu Rotari, Yanto Raup Omzet Miliaran Rupiah (1)

Yanto, pemilik Sumber Karuia Abadi (Foto: Pius)
Produk yang dipasarkan meliputi berbagai jenis lampu dan instrumen, seperti rotator, sirine, toa, lampu rotari, lampu strobe, lightbar/lampu polisi, dan berbagai jenis lainnya.

Hanya butuh kerja keras, perjuangan tanpa lelah, dan komitmen teguh, seseorang bisa meraih kesuksesan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, meski harus melewati masa lalu yang penuh kesuraman, ejekan, cacian dan cemohoan, sukses gemilang bisa diraih. Inilah kisah yang dilalui Yanto. Pria 32 tahun ini tengah menikmati puncak suksesnya dalam ranah bisnis peralatan instrument otomotif, khususnya lampu-lampu peringatan dan lampu rotary beromzet miliaran rupiah.

Sesungguhnya Yanto cukup jeli membaca peluang bisnis yang ada di depan mata. Selama 13 tahun ia bekerja di sebuah perusahaan importir alat-alat teknik dan otomotif, Yanto menemukan cela bisnis yang baginya cukup menjanjikan – Yanto lebih melirik bisnis penjualan peralatan dan intrumen otomotif, khususnya lampu totary dan sejenisnya. Peluang bisnis tersebutlah yang kemudian semakin memicu niatannya untuk terjun menjalankan bisnis ini. Padahal dia tahu jika tabungannya masih jauh dari cukup untuk memulai usaha ini.

Tepatnya pada 1 November 2012, Yanto putuskan untuk mulai berwiraswasta. Keyakinan dan niat yang sudah begitu bulat, Yanto pun maju menerobos aral demi mewujudkan keinginannya. Modal tabungan kerja ditambah sisa uang hasil pernikahan (tip undangan) Rp32 juta ia pergunakan untuk menyewa satu sekat toko di Lindeteves Trade Center (LTC), Glodok, Jakarta Barat. Bendera usahanya tersebut resmi dinamakan “Sumber Karunia Abadi”.

“Rp30 juta harus saya keluarkan di awal untuk bayar sewa ruko. Sisanya cuma Rp2 juta, mau buat apa. Beruntung ada yang mau pinjamkan etalasenya, tapi bagaimana dengan pengadaan barangnya,” demikian Yanto mengisahkan pengalaman usahanya pada IndoTrading News, beberapa waktu lalu.
Lagi-lagi beruntung. Semangat dan etos kerja, serta kejujuran yang dia tunjukkan selama bekerja di perusahaan sebelumnya telah membuahkan rasa percaya yang tinggi dari pemilik perushaaan tersebut. Beranjak dari kepercayaan sang importir yang tak lain adalah mantan bosnya itulah, produk-produk seperti lampu rotary, lampu sirene, warning light, lampu polisi, dan aksesori lainnya pun bisa diadakan.

“Jadi hanya karena dia percaya sama saya, makanya dia yang suplai semua barang ini ke toko saya. Jadi sesungguhnya modal terbesar saya adalah kepercayaan,” tegasnya. Perjalanan usahanya pun dimulai. Disiplin dan membangun rasa percaya, terutama pada pelanggan adalah dasar sekaligus kekuatan bagi Yanto dalam menjalankan bisnis ini.

Namun demikian, perjalanan bisnisnya itu bukanlah tanpa hambatan. Modal yang minim mempersempit pula ruang gerak bisnisnya. Bahkan Yanto pun rela menggadaikan motor Yamaha RX-King kesayangannya dengan harga Rp4 juta. “Ini BPKB-nya masih ada lho. Saya tidak bawah pulang, ini menjadi bagian dari kisah perjalanan usaha saya,” katanya sambil menunjukkan BPKB tersebut.

Tidak hanya itu, sekitar 7 bulan perjalanan usahanya itu, ia menerima kabar jika orang tuanya sakit ginjal yang tentu akan mengeluarkan biaya besar. “Pertanyaannya, apakah mungkin saya mampu menopang pembiayaan orang tua juga operasional toko ini. Tetapi, Puji Tuhan, akhirnya semua ini bisa terlewati. Ada saja petunjuk jalan yang bisa kita lalui.”

Lokasi bisnis yang dipilihnya pun terbilang cukup nekat. Pasalanya, sebagaimana diketahui, kawasan LTC lebih dikenal sebagai pusat bisnis peralatan teknik, elektronik, dan elektrik, bukan otomotif. Dengan demikian, tidak banyak yang menjalankan bisnis otomotif di kawasan LTC ini.

“Tidak banyak yang tahu kalau di sini juga ada peralatan dan aksesori otomotif, seperti saya. Kebanyakan peralatan otomotif kan adanya di Pasar Asem Reges, di Daerah Sawah Besar atau Mega Glodok yang tidak jauh dari sini,” katanya.
Namun demikian, Yanto punya solusi. Penjualan produknya pun digenjot melalui media online. Dengan begitu, penjualan pun terdongkrak, bahkan hingga 400 persen. [Baca: Gunakan Media Promosi Online yang Tepat, Dalam Waktu Singkat Omzet Anda Bisa Naik Hingga 400 Persen]

Adapun produk yang dipasarkan meliputi berbagai jenis lampu dan instrumen, seperti rotator, sirine, toa, lampu rotary, lampu strobe, lightbar polisi, dan berbagai jenis lainnya. Lampu-lampu dan instrument tersebut diperuntukan untuk kendaraan kepolisian, ambulance, pemadam kebakaran, kendaraan patroli, dan lainnya.

“Jadi target market kami ke instasi-instansi dan perusahaan. Antara lain seperti kepolisian, rumah sakit atau perusahaan pertambangan, perkebunan, Jasamarga, juga ke pemadam kebakaran. Sekarang yang terbanyak ke kepolisian (Mabes Polri), pemdam dan ambulace,” terang Yanto.

“Terbanyak kami pasarkan di sekitar Jakarta. Sementara untuk perusahaan, seperti pertambangan ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua untuk Freeport,” sambungnya. [pius klobor/IndoTrading News]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Bisnis Lampu Rotari, Yanto Raup Omzet Miliaran Rupiah (1)