BREAKING NEWS
Search

Bermula Suka, Inayah Panen Omzet dari Bisnis Tas “Jeans”

Inayah Minesti Setiana bersama suaminya. (Foto: Pius)
Perpaduan jeans, kulit, dan tenun menambah koleksi baru, Jaket Amora pada tahun ini. Omzet naik, menyentuh belasan juta di awal tahun kedua.

Jeans, siapa yang tak mau? Pakaian berciri tebal dan kuat ini sangat disukai, baik pria maupun wanita. Tak terkecuali, Inayah Minesti Setiana. Ia pun begitu menyukai berbagai jenis pakaian yang berbahan denim tersebut. Tak disangka, dari kegemarannya itu, Inayah malah mendulang sukses dari hasil kreativitasnya memroduksi beragam tas cantik, unik dan menarik dengan bahan dasar denim. Memasuki tahun kedua, omzet belasan jutaan ia raup dari bisnis rumahan ini.

Ide kreatif ini bermula pada akhir 2011 lalu. Inayah adalah seorang karyawati yang selama 12 tahun meniti karir di sebuah perusahaan EO (event organizer) di Jakarta. Ia pun memutuskan untuk hijrah ke Yogyakarta, untuk menemani kedua orang tuanya, yang kala itu tengah menghabiskan masa pensiunnya di Kota Gudeg tersebut. Aktivitas hanya dengan rutinitas rumah, Inayah mulai ‘tak betah’. Di saat itulah ia merencanakan untuk membangun sebuah usaha.

“Saya banyak ketemu pengrajin. Dari situ muncul ide untuk juga menjalankan usaha sendiri,” katanya kepada IndoTrading News baru-baru ini.

Tas Jeans
Awalnya Inayah sempat berpikir untuk berjualan tas milik pengrajin lain. Namun setelah mempertimbangkan matang-matang, akhirnya ia memutuskan untuk membangun dan menjalankan usahanya sendiri. Akhirnya pada 8 November 2011, Inayah memulai peruntungannya. Pilihannya pun jatuh pada bisnis tas jeans berbahan denim.

Inayah melihat peluang bisnis di bidang cukup menjanjikan lantaran belum ada orang yang menggelutinya. Adapun pengrajin setempat hanya membuat dan menjual tas-tas ‘biasa’ yang sudah lazim dijumpai.

“Tas-tas jeans atau dengan bahan denim ini belum ada, sehingga kami pun mencoba ke arah sana,” ujarnya

Apalagi, menurut dia, pakaian jenis jeans masih dipandang ‘miring’ oleh sejumlah orang. “Selama ini orang mengenal jeans itu adalah pakaian yang kotor, jarang dicuci, dan lainnya. Kita mau mendobrak itu,” tegasnya.

Inayah berpandangan bahwa, dengan melakukan terobosan tersebut, setidaknya jeans pun bisa diakui sebagai sebuah produk yang eksklusif. Produk yang pantas dibawah masuk kantor, pantas digunakan diacara resmi/formal, dan pantas untuk dibawah dengan cantik dan elegan.

Start awal, ia mengeluarkan modal sebesar Rp10 juta. Selain untuk membeli bahan, sebagian dari modal tersebut ia gunakan untuk menjahit tas-tas hasil desainnya di sebuah perusahaan konveksi. Perjuangannya tersebut ternyata tak sia-sia. Pasar menyambut produknya dengan cukup baik.

Inovasi pun terus ia lakukan. Desain-desain tas terus ia perbanyak. Tak hanya itu, dengan satu dua sentuhan Inayah pun mengkombinasikan bahan denim dengan kulit dan kain tradisional, utamanya tenun. Ya, kombinasi tersebut terbilang mumpuni lantaran dua bahan terakhir memiliki karakter serupa dan cocok dengan Denim.

Alhasil, usaha yang diberi nama “Amora House” ini pun terus melaju, melahirkan beragam tas dan aksesori fesyen pelengkap dahaga kaum hawa. Produk-produk unik dan cantik bergaya Amora.

Peluang pasar yang terbuka lebar pun tak ia lewatkan begitu saja. Sumianya yang bekerja di sebuah perusahaan otomotif pun akhirnya banting stir, melengkapi kekuatan personel di Amora House. Ragam produk Amora pun kian santer, terutama di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Sekarang produk kami sudah diterima dengan baik oleh konsumen. Kami punya beberapa pelanggan tetap, mulai dari perorangan hingga pedagang yang berjualan di mal, seperti di Mal Ambasador, Kuningan, Jakarta,” jelasnya.

“Belum lagi ke luar kota dan luar Pulau Jawa, seperti dari Sumatera dan Kalimantan. Mereka pun memesan produk ke kami,” tambah Inayah.

Untuk saat ini, Inayah masih fokus memasarkan produknya di dalam negeri. “Keluar negeri belum kami lakukan. Pasar dalam negeri saja masih sangat luas.”

Untuk penjualannya, Inayah mematok harga bervariasi, mulai dari Rp170-an ribu untuk berbagai jenis dompet hingga tas desain khusus yang dipasarkan seharga Rp2,2 juta.

Tahun ini, Amora House juga sudah mulai menambah koleksi produknya di luar tas. Brand Amora kini merambah ke produk jaket yang desainnya pun mengkombinasikan denim, kulit, dan tenunan. Inayah berharap, produk-produk yang terus ia keluarkan akan selalu mendapat sambutan yang positif dari konsumen.

“Penjualan kami selalu meningkat. Apalagi tas jeans anyaman,” kata dia. Meski baru setahun lebih menjalankan bisnis ini, Inayah mengaku telah mengantongi pendapatan minimal Rp10 juta per bulannya. [pius klobor/IndoTrading News]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Bermula Suka, Inayah Panen Omzet dari Bisnis Tas “Jeans”