BREAKING NEWS
Search

Achis Andrea, Ekspor ‘Sepeda Bekas’ ke Amerika dan Eropa (1)

Achis Andrea (Foto: Pius)
Ketika seorang seniman memandang sebuah objek, imajinasinya akan melayang jauh menerawang unsur dan nilai seni dari objek tersebut. Demikian halnya ketika melihat sebuah benda, rongsokan sekalipun, nalar dan ide kreatifnya langsung menangkap nilai seni yang bakal dihasilkan dari barang-barang bekas tersebut.

Inilah yang terjadi pada pasangan Andre Suryaman dan Achis Andrea. Sepeda-sepeda bekas yang tadinya hanya menjadi tumpukan ‘besi tua’ kini disulap menjadi berbagai produk furnitur dan ornament yang sungguh menampilkan nilai seni tak terbatas. Besi tua, rangka sepeda yang lengkap dengan feleknya itu kini menjadi produk antik, unik, dan akan membawa kesan berbeda dengan nilai seni tinggi di dalam ruangan Anda.

“Konsep sepeda bekas ini baru mulai kami kembangkan dua tahun belakangan ini,” ujar Achis kepada IndoTrading News, di sela pameran IFEX 2014 di Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Ide kreatif ini bermula ketika mereka melihat begitu banyak sepeda-sepeda bekas yang hanya menjadi besi tua di sekitar Yogyakarta. Andre Suryaman, sang suami yang adalah seorang seniman mulai melontarkan ide ‘gila’ untuk membeli sepeda-sepeda bekas itu. Satu per satu bagian dari sepeda tersebut pun mulai dibentuk dan dijadikan berbagai furnitur bernilai seni.

Unsur seni memang lebih ditonjolkan dari sekadar mebel atau furnitur yang digunakan sebagai tempat duduk, meja, atau bahkan aksesori dan pajangan-pajangan yang menghiasai interior sebuah ruangan. Seni yang tak terbatas harganya, seni yang membawa nilai ekonomi tinggi.

“Keunikan dan seni memang kami tegaskan pada setiap desain produk kami. Dan mungkin baru kami saja yang memroduksi produk seperti ini,” kata Achis.

Rutin Ekspor
Produk Natural House di QQ Kopitiam
Menampilkan desain yang unik dengan unsur seni tinggi, tentu menarik perhatian banyak konsumen. Ini terbukti dengan beberapa kali pameran yang diikuti Natural House Home Deco, produknya selalu mendapatkan respon yang positif.

Achis menuturkan, pada mulanya mereka mengikuti sebuah acara pameran seni di Jerman. Rupanya banyak pengunjung begitu tertarik dengan konsep seni yang diaplikasikan pada produk-produk unik yang ditawarkan. Dari situ, usahanya pun mulai mendapatkan pesanan dan berlanjut hingga kini.

“Produk kami sudah diekspor ke berbagai negara. Kebanyakan memang ke Amerika, Perancis, dan Belanda,” katanya.

Usaha yang kini mempekerjakan sekitar 50 karyawan tersebut telah rutin mengekspor setidaknya dua kontener berbagai produk interior setiap bulannya. Mulai dari kursi, meja, dan berbagai produk lain yang tentu memanfaatkan sepeda bekas sebagai bahan utamanya.

Tidak hanya ke luar negeri, pasar domestik pun menerima berbagai produk unik ini dengan sangat baik. Namun demikian, Natural House Home Deco membatasi hanya menerima pengerjaan dengan skala besar, seperti café dan lainnya.
Komplit! Satu set kursi dan meja yang dibuat dari sepeda bekas
“Kami layani pasar dalam negeri, tetapi hanya untuk project saja. Aplikasi produk kami sudah bisa dilihat di beberapa tempat, seperti di QQ Kopitiam Pacific Place Jakarta, Warung Tekko, dan beberapa lainnya,” jelas Achis.

Kata dia, tren pasar saat ini lebih berminat pada produk-produk unik dan bernilai seni. Untuk itu, pemasaran produk furnitur dari sepeda bekas tersebut pun terus digenjot.

“Kami juga punya produk handicraft dan lainnya. Tapi trend pasar saat ini justru lebih ke produk yang juga memiliki unsur seni seperti ini (interior sepeda),” tegasnya. [pius klobor/IndoTrading News]

—>bersambung



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Achis Andrea, Ekspor ‘Sepeda Bekas’ ke Amerika dan Eropa (1)