BREAKING NEWS
Search

Mendulang Untung Puluhan Juta dari Limbah Karung Goni

Produk kerajinan dari karung goni
Kerajinan tangan ini diproduksi oleh orang-orang berkebutuhan khusus.

Siapa sangka, limbah karung goni bisa disulap menjadi aneka produk bernilai jual tinggi, seperti handicraft, fashion craft, decoration, dan produk unik lainnya. Dan luar biasanya, produk-produk kerajinan tersebut ‘dipermak’ oleh orang-orang berkebutuhan khusus – tuna wicara/tuna rungu.

“Sehari-hari mereka hanya menggunakan gerak/sandi tangan untuk berkomunikasi,” demikian diungkapkan drg. Madya Putri Andang Wahyuni, pemilik usaha kerajinan tersebut.
drg. Madya Putri Andang Wahyuni (kedua dari kiri) bersama anak-anak berkebutuhan khusus di CV Regi’s Indonesia


Ide usaha ini bermula pada awal 2011 lalu. Andang yang menyekolahkan anak keduanya di SLB 2 Lenteng Agung menemukan ide cemerlang tersebut lantaran prihatin dengan masa depan anaknya dan teman-temannya yang notabene memiliki keterbatasan. Dokter gigi ini kemudian mulai merintis usaha yang pada awalnya berbahan dasar kain flannel dengan aneka kerajinan tangan yang menyerupai sapi, seperti boneka kecil, gantungan kunci, kepala pensil dan ballpoin, tempat tissue, dan lainnya.

“Anak-anak SLB yang membantu membuat kerajinan tangan ini merupakan anak-anak berprestasi dan bisa dilatih,” terang wanita berjilbab ini.

Atas kreativitas dan inisiatifnya itu, kemudian oleh ibu-ibu PKK di wilayahnya, Andang ditunjuk menjadi ketua kelompok kerajinan, yang diberi nama Pokpel Regi’s. Melalui kelompok PKK ini, Andang mengikuti berbagai pelatihan tentang wirausaha dengan Cibugary, managemen usaha, KUR dan HAKI, pelatihan kemasan, pelatihan packing & labeling dan pelatihan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Usaha rumahan ini pun terus berkembang dan akhirnya menjadi CV Regi’s Indonesia.

Omzet Puluhan Juta

Terjun berwirausaha bukanlah pertama bagi dokter gigi lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga ini. Sebelumnya, ia pernah beberapa kali gagal di bidang usaha lainnya, termasuk kuliner.

Meski begitu, Andang tak patah arang. Usaha kerajinan pun dimulai dengan modal kurang dari Rp5 juta. Karung-karung goni yang sejatinya menjadi sampah dimanfaatkannya, didaur ulang dan dijadikan aneka produk kerajinan yang unik dan menarik. Sebut saja, tas jinjing wanita, tutup gallon air, taplak meja, alas kaki, bros, dan banyak lagi. Tentu, produk-produk ini pun menjadi produk yang ramah lingkungan.

Andang mengaku, sangatlah mudah dan murah untuk menjalankan usaha ini. Karung goni bekas hanya diperolehnya dengan harga berkisar antara Rp6.000 hingga Rp10.000 per lembar. Untuk bahan dasar ini pun bisa dikombinasikan dengan kain perca lainnya, seperti jins atau batik. Sementara peralatan dan perlengkapan lainnya juga tak begitu sulit didapatkan, seperti benang, lem, pemotong/gunting, jarum, dan lainnya.

“Tentu dengan mesin jahit juga dibutuhkan untuk merangkai dan membentuk semua produk tersebut,” terang Andang.

Untuk pemasaran, awalnya hanya dilakukan dari pameran ke pameran, juga melalui teman-temanya. Dari situ akhirnya terus berkembang hingga ke luar daerah, bahkan luar negeri.

“Permintaan lintas provinsi, dari Lombok, Makassar, Surabaya, dan lainnya. Bahkan produk kami juga sudah diperkenalkan ke luar negeri, seperti ke Dubai dan China oleh Dinas Perdagangan Provinsi DKI Jakarta,” jelas Andang.

Produk-produk kerajinan tangan tersebut pun dipasarkan dengan harga bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Seperti misalnya, bros yang dijual dengan harga Rp10.000, atau berbagai model tas yang dipasarkan mulai dari Rp50.000 hingga Rp500.000. Dari situ, ibu dua anak ini mengaku pendapatan per bulan bisa mencapai hingga puluhan juta rupiah.

“Berkisar antara Rp8 juta sampai Rp20-an juta,” katanya.

Kini, di CV Regi’s Indonesia, Andang dibantu oleh lima karyawannya yang adalah lulusan SLB 2 Lenteng Agung. Ia merekrut dan melatih mereka hingga dapat bekerja dan berkreasi sendiri, meski dengan keterbatasan komunikasi.

Andang boleh berbangga, selain dapat memberdayakan orang lain, terutama mereka yang berkebutuhan khusus, usahanya ini pun kian mendapat perhatian masyarakat luas. Maka tak heran, berbagai apresiasi dan penghargaan telah ia terima. Di antaranya adalah pada tahun 2012, dia memenangkan lomba Wirausaha Kreatif Indonesia 2012 dengan latihan dari pameran-pameran kerajinan tangan. Dan terus memenangi di tahun berikutnya. Demikian halnya mendapat apresiasi dari Bina Swadaya, melalui Kusala Swadaya 2013.

Proses Cepat

Proses pembuatan produk kerajinan tangan tersebut, menurut Andang hanya membutuhkan waktu hingga dua hari. Adapun mula-mula karung goni dibersihkan, direndam selama satu malam, kemudian dibersihkan lagi/dicuci. Agar semakin steril dari bakteri, karung goni tersebut direbus beberapa menit, barulah setelah itu dimasukan cairan disinfektan untuk menghilangkan bakteri yang masih ada.

Setelah tahap pembersihan selesai, proses selanjutnya adalah pengeringan, yakni dengan dijemur di bawah matahari. Kemudian lembaran goni tersebut disetrika dan dipotong sesuai bentuk dan pola yang ada. Langkah terakhir adalah menjahit atau membentuk potongan kain tersebut menjadi produk-produk yang diinginkan.

Hingga saat ini, Andang melanjutkan, kegiatan usahanya dilakukan bersama lima karyawan dan dibantu oleh kedua anaknya. Semua proses produksi dijalankan kediamannya, di Tanjung Barat Selatan Kav. 16 A No. 12 A, Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Meskipun usahanya berjalan dengan cukup baik, Andang masih saja menemui sejumlah kendala, seperti pemasaran, keterbatasan peralatan mesin jahit, dan bahan baku. Namun hal tersebut perlahan mulai teratasi. Belum lama ini, Andang mendapatkan tambahan satu unit mesin jahit yang diberikan oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krinamurthi dalam acara Kusala Swadaya oleh Bina Swadaya. Dengan begitu, ia telah memiliki dua mesin jahit yang diharapkan dapat memenuhi permintaan dari pemesan.

Lebih dari itu, Andang juga telah bekerjasama dengan produsen “Gulaku” untuk mensuplai limbah karung goni. Dari produsen tersebut, ia bisa mendapatkan karung goni yang bersih dan hanya tinggal sekali saja untuk dicuci dan disetrika.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk memesan berbagai produk kerajinan tangan tersebut? [Pius/IndoTrading News]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Mendulang Untung Puluhan Juta dari Limbah Karung Goni