BREAKING NEWS
Search

Gagal Ratusan Kali, Sumiyanto Temukan Produk Inovatif “Magic Ring”

Sumiyanto (Foto: Pio)
Ketika diwawancarai Majalah Time, penemu mesin pencari “Google”, Larry Page, mengatakan, “Selalu kita mencoba sepuluh hal yang tidak cukup bekerja dalam rangka untuk melakukan satu hal yang berhasil. Dan kami belajar banyak dalam melakukan sepuluh hal yang tidak cukup bekerja.” Demikian halnya, Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu. Ia pun mengalami ribuan kali kegagalan hingga akhirnya menemukan produk inovatif tersebut yang kini telah menerangi seantero dunia.

Hal yang sama pun dilakukan Sumiyanto, penemu “Magic Ring” produk penambah performa mesin. Pria tamatan D3 Teknik Mesin asal Boyolali, Jawa Tengah ini pun harus menunggu sekitar lima tahun untuk dapat mematenkan dan memasarkan produk yang dikalim dapat menghemat bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor tersebut.

“Tidak terhitung, berapa banyak percobaan yang saya lakukan. Yang jelas berkali-kali. Gagal, saya coba lagi, gagal coba lagi. Bahkan sering saya tinggalkan bengkel, juga keluarga saya hanya untuk ngurusi produk ini,” ujar Yanto demikian dia biasa disapa.

Ketika IndoTrading News menjumpai bapak tiga anak ini di area pameran perdagangan “Trade Expo Indonesia (TEI) 2013”, di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Kamis (18/10/2013), ia dengan cekatan menjelaskan hasil temuannya tersebut. Awalnya, pada 2004, ia bereksperimen dan melakukan berbagai percobaan untuk menciptakan sebuah produk yang dapat meningkatkan power dan akselerasi sepeda motor.

“Saya kan sudah punya bengkel sendiri di daerah Panjang, Laweyan, Surakarta-Solo. Kami sering modif dan nyetel motor-motor balap. Dari situ saya berpikir untuk bisa membuat satu alat yang mampu meningkatkan akselerasi dan performa mesin sepeda motor. Biar larinya lebih kencang, enteng,” kisahya.

“Mulai 2004 itu saya coba. Saya bubut sendiri, saya ukur sendiri. Saya cari-cari formasi bahannya. Semuanya saya lakukan sendiri, sementara karyawan saya mengurusi bengkel,” sambung pria kelahiran Temanggung, 18 Maret 1967 ini.
Bahkan, warga Ngemplak, Boyolali ini tak segan meminjam mesin bubut manual milik temannya untuk melakukan percobaan tersebut. Setelah sekian lama mencoba, produk tersebut pun tercipta berbentuk ring berlubang yang tentu memiliki berbagai fungsi. Namun, dengan mesin manual tersebut, hasil yang didapat pun kurang maksimal.

Meski begitu, Yanto tak putus asa. Ia terus mencoba. Akhirnya, dalam proses percobaan yang dilakukan beratus-ratus kali tersebut, Yanto, yang juga pernah tiga tahun menjadi mekanik di Astra, Jakarta ini tak hanya menemukan power dan akselerasi pada produk temuannya itu. Ternyata, produk ini pun dapat berfungsi sebagai penghemat BBM.

Namun Yanto tak berpuas diri. Percobaan demi percobaan terus dia lakukan. Temuannya tersebut disebar ke berbagai kalangan, baik praktisi, ilmuwan, peneliti, mahasiswa, tukang ojek, tukang pos, pedagang keliling, dan lainnya. Hasilnya fantastis, laporanya memuaskan. “Tenaga meningkat, motor jadi enteng dan terlebih hemat BBM hingga 40 persen,” tutur suami dari Herlani ini.

“Contohnya, untuk sepeda motor Supra X 100 cc. Kami melakukan percobaan di lapangan sebanyak 3 kali. Untuk 100 cc BBM, hasil yang kami dapatkan adalah 4,9 km, 5,1 km, dan 5 km. Setelah itu kami gunakan Magic Ring. Dengan ukuran BBM yang sama, di lokasi yang sama, juga sebanyak 3 kali. Ternyata, hasilnya bisa 6,5 km,” terang pria 46 tahun ini.

Dalam perjalanan waktu, akhirnya Yanto memiliki sebuah mesin bubut CNC sendiri, hasil investasi saudaranya sebesar Rp 600 juta. Dengan mesin tersebut, ia pun mampu memproduksi dengan lebih efisien, lebih hemat, dan lebih banyak.

“Dengan CNC yang menggunakan sistem komputerisasi, 1 pcs Magic Ring bisa diproduksi hanya dalam waktu 20 detik. Karena mesin kami hanya satu, maka per bulannya kami batasi produksi sebanyak 10 ribu pcs,” ucap Yanto.

“Produk ini khusus untuk sepeda motor 4 tak. Kami produksi sebanyak enam item untuk semua tipe motor yang ada di Indonesia,” Yanto menambahkan.

Hingga akhirnya pada 2009, Yanto berinisiatif mematenkan produk temuannya yang dinamakan “Magic Ring” tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah klaim atau pemalsuan dari pihak lain.

“Alhamdulillah, pada 2011 produk kami mendapatkan sertifikasi. Dan di tahun itu juga, kami mendapatkan label “SNI” dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) setelah melakukan pengujian di lab pengujian BPPT di Serpong, Tangerang,” jelas anak kelima dari tujuh bersaudara ini.

Pihak BPPT, Yanto melanjutkan, melakukan pengujian terhadap semua aspek dan lini, mulai dari HP (horse power), torsi, suhu mesin, suhu lingkungan/ruangan sekitar, hingga penghematan BBM. “Produk kami lulus uji, dan dapatkan standarisasi SNI pada 2011,” tegas Yanto.

Mudah Digunakan
Magic Ring merupakan produk inovatif berbentuk cincin berlubang, terbuat dari material berkualitas tinggi, dominan besi dan tujuh campuran material lainnya. Produk khusus sepeda motor 4 tak ini diklaim mampu menghemat BBM hingga 40 persen. Lebih dari itu, alat ini pun mampu meningkatkan performa mesin, seperti power dan akselerasi hanya dalam waktu 1 detik, mesin dingin, gas enteng, dan tarikannya lebih ok.

Adapun proses kerjanya adalah memanfaatkan overlapping gas mesin, yakni memanfaatkan sisa gas aktif yang seharusnya terbuang lewat knalpot untuk dimanfaatkan kembali dengan cara pressure back. Dengan demikian, sehingga campuran gas aktif di dalam ruang bakar (silinder blok) menjadi lebih homogen.

“Dengan adanya ruang bakar lebih homogen, maka akan tercipta power dan akselerasi hanya dalam hitungan detik dan pastinya diikuti dengan penghematan,” ungkap Yanto.

Pemasangannya pun mudah dilakukan. Mula-mula knalpot dilepas. Ambil ring asbes yang menempel pada blok mesin menggunakan obeng secara perlahan, siapkan Magic Ring, oleskan lem pada permukaan (rata) Magic Ring untuk mempermudah pemasangan. Kemudian tempelkan permukaan Magic Ring yang rata, dan sudah dilem tadi pada ujung knalpot (mangkuk menghadap ke atas/blok mesin). Selesai, kencangkan kembali baut pengikat knalpotnya.

Setelah proses pemasangan selesai hidupkan mesin, pastikan tidak ada kebocoran udara antara knalpot dengan blok mesin. Rasakan bedanya, tarikan motor Anda akan menjadi lebih enteng dan irit.

Bidik Pasar Internasional
Yanto kini boleh berbangga. Ia mampu berinovasi dan menciptakan produk kreatif yang sangat bermanfaat bagi banyak orang. Produknya itu pun terus ia sebar ke berbagai wilayah. Selain di pasar Jawa Tengah, Magic Ring sudah disebar ke beberapa wilayah lain, seperti Jakarta, Medan, Batam, Sulawesi, dan lainnya.

“Kami memang masih kurang promo, sehingga per bulannya baru bisa pasarkan sekitar 2000 pcs,” ungkap Yanto.

Magic Ring tersebut dipasarkan dengan harga bervariatif. Misalkan di Pulau Jawa, untuk motor matic seharga Rp 120 ribu, sementara untuk tipe sport Rp 135 ribu per pcs. Di luar Pulau Jawa, untuk motor matic seharga Rp 150 ribu dan motor sport Rp 160 ribu per pcs.

“Sebenarnya ada dua tipe Magic Ring, yakni Rising dan Premium. Rising, harganya lebih mahal, sementara Premium lebih murah separuh dari Rising. Sama-sama unggul, hanya daya tahannya beda. Tipe rising bisa sampai 5 tahun, sedangkan Premium hanya 3 tahun,” jelas Yanto.

Yanto berharap, produk temuannya tersebut dapat dimanfaatkan secara massif. Lebih dari itu, bisa dipasarkan juga ke luar negeri. Setidaknya ini mulai terlihat dengan antusias beberapa buyers internasional di TEI 2013. Kini sudah ada sekitar sembilan calon pembeli dan investor yang menyatakan minatnya untuk bekerja sama. Ada yang dari India, Singapura, Korea, juga Indonesia.

Selain bengkel yang terus beroperasi, Yanto juga kini adalah penemu dan pemilik Magic Ring dengan merk “Sumitech” alias Sumiyanto Technologi.

Dan tak hanya itu, produk yang juga siap diluncurkan adalah Magic Ring untuk mobil. “Sudah ada, tapi baru prototype saja. Belum kami produksi massal karena harus mencari investor. Dengan produk ini BBM mobil bisa hemat hingga 30 persen,” katanya bangga. [pius klobor/IndoTrading News]

Keunggulan:
1. Preasure back overlapping system
2. Hemat bensin 20%-40%
3. Peningkatan akselerasi hingga 30%
4. Terbuat dari bahan berkualitas tinggi
5. Tahan temperature tinggi
6. Tanpa perawatan
7. Pembakaran lebih smpurna
8. Aman bagi semua tipe mesin sepeda motor 4 tak
9. Ramah lingkungan
10. Garansi uang kembali 100% jika tidak terbukti.



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


1 thought on “Gagal Ratusan Kali, Sumiyanto Temukan Produk Inovatif “Magic Ring”