BREAKING NEWS
Search

Yuk, Tengok Kegigihan Evlyn Wasiso Menuju Sukses “Entrepreneur”

Evlyn, sediakala bercita-cita menjadi seorang pengacara. Ia kemudian beralih menjadi pengusaha muda yang kini terus berupaya mewujudkan mimpinya membuka rumah lulur Indonesia di London.

Meskipun memiliki segudang ilmu dan bekal pendidikan tinggi, namun itu tidak lantas menjamin kesuksesan dengan mudah diraih. Sukses harus diraih dengan perjuangan dan pengorbanan serta dengan kerja keras yang tentu butuh kesabaran dalam menempuh setiap liku menuju puncak kesuksesan tersebut.

Inipun dilakoni oleh perintis dan pendiri Dayu Tirta Segara Semesta, Evlyn Wasiso. Produsen produk-produk pembersih dan perawatan diri tersebut berhasil ia dirikan dengan perjuangan tak kenal lelah, dengan berbagai kekurangan dan keterbatasannya. Apalagi, Evlyn, demikian dia biasa disapa, bukanlah pebisnis atau pengusaha, tak punya bekal pendidikan dan pengetahuan khusus di bidang ini.

Evlyn adalah seorang mahasiswi di fakultas hukum pada sebuah universitas di Inggris. Ia menempuh pendidikan magister bidang hukum di Negeri Ratu Elizabeth tersebut lantaran kepincut pengen jadi pengacara. Sembari mengisi waktu luangnya, ia menjalankan bisnis kecil-kecilan dengan menjual produk-produk handycraft dan spa natural asal Bali, di Pasar Portobello, Inggris. Kagiatan ini pun hanya dilakukan di akhir pekan, Sabtu dan Minggu.
“Ini hanya kegiatan sampingan, isi waktu luang saat kuliah. Dan jualan pun saat weekend saja,” tutur Evlyn.

Meski singkat dan hanya bisnis kecil-kecilan, namun setidaknya Evlyn mulai tahu bagaimana berinteraksi dengan pembeli yang datang dari berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda. Lambat laun, Evlyn pun mulai kepincut untuk fokus pada bisnis, tak lagi jadi pengacara. Apalagi animo pembeli di Inggris terhadap produk natural juga sangat tinggi. Bahkan, ia bercita-cita mendirikan “rumah lulur Indonesia” di London.

Namun, nasib berkata lain, mimpinya tersebut harus disimpan dulu. Bisnis kecil di pasar Portobello yang sudah mulai berjalan pun akhirnya harus berakhir.

“Ketika saya sedang berlibur di Indonesia, saya mengalami kesulitan mengurus visa untuk kembali ke Inggris, padahal di sana saya juga sedang memulai sebuah pekerjaan. Beruntung, teman saya di Inggris menyuruh saya mencari produk spa dari Bali untuk dikirim ke Inggris. Dari sini saya belajar, membuka jaringan, dan akhirnya saya berpikir untuk juga memulai sebuah usaha sendiri,” ceritanya.

Sejak awal 2006, Evlyn mulai membuka lembaran bisnisnya di tanah air. Awalnya, Evlyn hanya sebagai ‘perpanjangan tangan’, melayani pesanan dari sahabatnya di Inggris. Ia bekerja sama dengan produsen produk spa di Bali. Namun kerja sama tersebut tidak berjalan lama. Evlyn memutuskan untuk membuka usaha sendiri yang juga menghadirkan beragam produk perawatan diri, khususnya kosmetik yang berbasis produk natural-aroma terapi.

Niatnya tersebut pun akhirnya terwujud. Pada awal 2006, Evlyn mulai merintis sebuah usaha sendiri yang ia namakan “OrangeAndBrown” yang kemudian berganti nama menjadi “Dayu Tirta Segara Semesta”. Usaha kecil yang dibangun dengan modal pinjaman tersebut pun bermula hanya sebagai supplier yang menyediakan berbagai produk spa dan kosmetik natural dari berbagai daerah.

“Hambatan terbesar adalah finansial. Jujur, saya memulai usaha ini dari minus. Bekal saya cuma doa. Tuhan memberikan saya petunjuk, maka saya mulai jalan dan bangun usaha ini,” ujarnya.

“Saya adalah pemula. Saya hanya mengandalkan kepercayaan orang, jadi orang transfer uang ke saya, baru bisa saya beli produk yang dipesannya,” sambung dia.

Meski dengan keterbatasan, Evlyn tak patah arang. Ia terus belajar dan mencari cara untuk bisa memproduksi sendiri berbagai produk tersebut. Usahanya itu pun berjalan baik. Ia kemudian banyak belajar dari orang-orang sukses untuk membangun usaha, terutama soal proses produksi. Akhirnya, Dayu Tirta pun memiliki berbagai produk yang diproduksi sendiri. Tidak hanya kosmetik atau spa, produk-produk pembersih lainnya pun diproduksi, mulai dari pembersih tubuh (sabun-sabun), pembersih pakaian hingga pembersih berbagai peralatan rumah tangga, juga kendaraan, serta untuk industri.
“Sejak awal memang saya terus berusaha untuk bisa produksi sendiri. Karena, jika saya bisa produksi sendiri, maka harga yang saya jualpun akan lebih murah. Dengan begitu kan lebih terjangkau oleh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Seperti sekarang, Evlyn melanjutkan, “saya jual pelembut pakaian hanya dengan Rp 7.000/liter, shampoo Rp 6.000/liter, sabun cair Rp 12 ribu/liter. Sementara produk kosmetik mulai dari Rp 25 ribu. Saya pikir dengan harga begini akan sangat menjangkau banyak oranglah.”

Hingga kini, UKM yang berpusat di gedung MGK Kemayoran Lt. 1 Blok A2 No. 5 ini telah memroduksi beragam varian produk dengan bermacam-macam aroma dan bahan pembuatannya. Sebut saja produk pembersih yang sudah mencapai 22 jenis atau produk-produk kosmetik, perawatan kulit dan spa yang kini tersedia lebih dari 50 jenis. Ada yang berbahan natural dan herbal dengan berbagai aroma yang khas serta wangi. Harga produk-produk ini pun tersedia dalam dua pilihan utama, yakni premium dan reguler atau yang berharga lebih murah.

“Kami juga menyediakan berbagai produk dalam kemasan literan dan kiloan, sehingga pembeli, terutama industri juga dapat membeli dalam jumlah yang lebih banyak,” sebut Evlyn.

Dayu Tirta Segara Semesta yang dibangun dengan perjuangan panjang itu, akhirnya kini menjadi produsen, supplier, agen, juga grosir bagi berbagai produk pembersih dan kosmetik, serta spa. Sebaian besar bahan dan proses produksi dilakukan sendiri oleh usaha ini. “Sekitar 70% saya lakukan sendiri. Ada bahan-bahan tertentu yang masih harus saya beli, baik dari dalam maupun luar negeri.”

Kejujuran dan kepercayaan, disebut Evlyn sebagai modal yang sangat berharga dalam membangun usaha ini. Atas dasar tersebut, ia meyakini usahanya ini dapat berjalan dan terus berkembang serta berinovasi memroduksi berbagai produk baru.

Wanita kelahiran Jakarta ini tak gentar meski harus bersaing dengan berbagai produk sejenis lainnya. “Kami punya produk penghilang noda darah/tinta dan penjernih air yang mungkin di luaran sana belum banyak yang produksi. Kami juga punya sabun dengan aroma yang sangat beda dengan sabun lainnya,” kata dia.

“Jadi intinya adalah inovasi dan satu lagi, cinta pada produk tersebut,” lanjut dia.

Hal ini pun yang ia selalu tanamkan pada semua karyawannya untuk dapat bekerja dengan sepenuh hati, memproduksi berbagai produk berkualitas terbaik sehingga konsumen pun puas akan produknya itu.

Sebagaimana tujuan awal Evlyn membangun usahanya ini adalah ingin menjadikannya sebagai sumber kehidupan bagi banyak orang, maka salah satu program yang kini gencar ia lakukan adalah memberdayakan orang cacat untuk dapat menjadi reseller.
“Siapa yang memiliki kekurangan fisik bisa menjadi reseller dengan memperoleh berbagai kemudahan dari saya,” ajaknya.

Kini, selain terus berinovasi menghadirkan produk baru, Evlyn juga terus memperluas jaringan distribusi produknya. Ia optimis, produknya ini bakal diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Lebih dari itu, Evlyn juga berencana untuk kembali mewujudkan mimpinya, mendirikan rumah lulur Indonesia di London, Inggris. [Pius Klobor/IndoTrading News]


TAG

nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Yuk, Tengok Kegigihan Evlyn Wasiso Menuju Sukses “Entrepreneur”