BREAKING NEWS
Search

Mebel Antik Tita International ini Sangat Diminati Pasar Global

Produk mebel, seperti nakas, bed, almari, showcase, tv stand, plantstand, dan lainnya, telah disebar ke pasar. Varian produk tersebut dipasarkan mulai Rp200 ribu untuk jenis plantstand, hingga Rp3 jutaan untuk jenis bed atau produk dengan ukuran besar.

PRODUK furnitur atau mebel Indonesia punya keunggulan kompetitif dibandingkan produk dari negara lain. Pasalnya, kreativitas dan inovasi yang dihasilkan oleh para pengrajin Indonesia melalui sentuhan tradisi dan budaya dapat memroduksi ragam furnitur yang tak dapat disaingi oleh negara lain. Ini pun telah dibuktikan oleh CV TITA INTERNATIONAL, salah satu perusahaan furnitur asal Jepara, Jawa Tengah yang mampu menarik perhatian pasar internasional oleh karena kualitas dan keunikan produknya.

Perusahaan yang resmi berdiri sejak 1 Juli 2000 ini menghadirkan beragam produk furnitur dalam berbagai gaya eksklusif dengan bahan utama yakni mahoni (mahogany), juga beberapa kayu lainnya, seperti jati dan mindi. Eksklusifitas produknya tersebut tersaji dalam rupa produk furnitur antik dan klasik, colonial furniture, yang tentu membawa kesan tua namun mewah di ruangan Anda. Tak hanya itu, produk dengan desain-desain minimalis pun dapat tersaji dari perusahaan yang beralamat di Desa Krasak I, Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah ini.

Produk-produk tersebut kemudian disebut: french furniture (mebel bergaya Perancis), antique wooden furniture (mebel dari kayu-kayu bekas), venetian mirror (ragam frame cermin), armoire (lemari), bedroom (berbagai mebel dan aksesori dalam kamar tidur), buffet, cabinet and bookcase (lemari/cabinet + rak buku), TV cabinet (lemari/meja untuk tv), dan chest(lemari/peti berukuran kecil).

Ada pula ragam chair (kursi), seperti Chippendale chair-round chair Milano-English bar chair, dining chair (kursi makan), desk chair, kitchen chair (kursi dapur), dan lainnya. Ada pula coffee table, dining table (meja makan), dressing table (meja rias), wall table (meja dinding), small table, desk, console table, console mirror, mirror, hall stand, sofa, stool (bangku), occasional piece, birdcage, plant stand, small furniture, accessories, children furniture, fireplace, juga ragam aksesori dari kayu, beserta banyak variannya.
“Jadi varian produk TITA antaralain bed, bookcase, cabinet, (bar, bedside, buffet, chest, showcase, TV cabinet, wardrobe), chair, dresser, dan mirror frame. Adapun produk lainnya, yakni sofa, occasional items, table (coffee tables, console, dining tables, office tables, round table, side table), juga ragam boat furniture,” kata Febti Estiningsih, pemilik CV TITA INTERNATIONAL, kepada IndoTrading.com.

“Masih banyak varian lainnya yang bisa kami kerjakan di bengkel kami. Jadi kami akan kerjakan sesuai permintaan pelanggan. Apa pun model dan ukurannya, kami berusaha untuk bisa mengerjakan itu,” tambah dia.

Untuk menghadirkan kesan tua dan antik pada setiap produknya, maka dikombinasikan dengan kayu-kayu bekas pilihan dari kapal (boat wood). “Jadi dari potongan kayu-kayu tidak beraturan tersebut kami ambil dan tata menjadi berbagai produk yang unik dan menarik. Ada juga yang kami kombinasikan dengan kayu-kayu yang bagus, sehingga menjadi lebih kuat,” terang Febti.

Sentuhan akhir menggunakan nitrocellulose (NC), polyurethane (PU) atau acrylic, dan duco semakin mempertegas kesan tua dan antik lantaran di setiap produk tersebut timbul serat kayu yang futuristik dan alami.

“Produk yang kami hasilkan bervariasi dan beragam. Masing-masing finishing kami sesuaikan dengan perkembangan selera pasar. Dan kita juga melayani custom order (special design). Ini yang membedakan kami dengan usaha lainnya,” terang dia.

Semua produk tersebut, kata Febti, dikerjakan bersama para pengrajin di Jepara, terutama untuk proses awalnya (produk mentah). Selanjutnya, finishing dilakukan sendiri oleh CV TITA INTERNATIONAL, perusahaan mebel yang juga telah mengantongi sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dengan nomor 110-LVLK-003-IDN.

Ekspor Perdana ke Australia
Lama bekerja di sebuah perusahaan mebel berbendera asing, menjadi modal berharga bagi Febti, lantaran dia banyak tahu cara memasarkan produk juga menjaring pembeli dari luar negeri. Tak heran, usaha mebel miliknya yang mulai dirintis pada 1997 tersebut pun langsung mendapat respons positif, terutama dari beberapa kliennya di Australia.

“Ekspor perdana kami lakukan pada 1998 ke salah satu buyer saya di Hobart, Tasmania, Australia. Saat itu kami kirim furnitur sebanyak 20 feet,” ungkap Febti.

Kegiatan ekspor produk mebelnya tersebut pun terus berjalan, hingga tahun 2000, saat perusahaan ini memiliki payung sendiri dengan nama CV TITA INTERNATIONAL.

“Tahun 2000 saya mulai menata perusahaan juga administrasinya secara profesional agar bisa menggarap pasar ekspor dengan maksimal. Dan kebetulan tahun itu juga saya mendapat order yang cukup besar dari Amerika,” tutur Febti.

Sejak saat itu, prospek bisnis usaha yang berbendera CV TITA INTERNATIONAL terus berkembang dan merambah ke beberapa negara, antaralain Australia dan Afrika. Bersama sekitar 70an karyawannya saat itu, pada setiap bulannya mereka mampu mengekspor furnitur hingga 5-7 container.

Namun, perjalanan bisnisnya tersendat sejak krisis yang melanda Amerika dan Eropa. Imbas dari krisis tersebut, ekspor produk TITA INTERNATIONAL pun merosot jauh.

“Kapasitas produksi kami pun turun jauh. Saat ini kami hanya kirim sebanyak 1 container, itu pun per tiga bulan,” ceritanya.

Adapun produk-produk yang sudah dipasarkan, antaralain variasi model dan jenis dari nakas, bed, almari, showcase, tv stand, plantstand, dan lainnya. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga yang sangat kompetitif, mulai dari Rp200.000 untuk jenis plantstand sampai Rp3 juta atau lebih untuk jenis bed atau produk dengan ukuran besar.

Finishing Kuno Diminati Eropa
Meski imbas krisis Eropa dan Amerika masih berdampak hingga sekarang, namun wanita kelahiran Jepara, 24 Februari 1973 ini optimis bahwa produk mebel Indonesia masih tetap menjadi incaran dunia. Ini terbukti saat pameran IFFINA beberapa waktu lalu. Stand TITA INTERNATIONAL pun ramai dikunjungi calon pembeli dari luar negeri. Bahkan, beberapa pengunjung asing telah menyatakan ketertarikannya pada produk mebel TITA.

Kata dia, pasar Eropa lebih menyukai produk mebel bergaya antik dan kuno. Ini berbeda dengan selera pasar di beberapa negara lainnya.

“Saat itu ada beberapa dari Eropa yang mesan, makanya saya coba menjajaki pasar di sana. Untuk ini, kami terus mengembangkan dan berinovasi menghadirkan produk-produk yang demikian. Finishing kuno memang sangat mereka minati,” paparnya.

Dia melanjutkan, beberapa negara atau wilayah punya selera yang berbeda-beda. Pasar Afrika lebih cenderung dengan produk yang banyak ukiran dengan simbol dan lambang tertentu. Afrika juga lebih menyukai produk dengan ukuran yang lebih besar.

“Selera pasar di Afrika dan Australia hampir sama. Hanya Amerika yang berbeda,” ungkapnya.

“Tidak hanya Eropa. Sekarang saya juga sementara siap ke Afrika. Apalagi ada salah satu buyer setia saya sejak 1999 yang akan mengadakan pameran tunggal pada Agustus nanti di Johannesburg, Afrika Selatan. Makanya kami support dia dengan berbagai produk desain terbaru dari TITA,” tambahnya.

Febti membeberkan strategi yang dilakukan perusahaannya untuk menghadapi persaingan di industri furnitur. Kata dia, selain cepat melakukan inovasi dan terus mengikuti selera pasar, pihaknya juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produknya. Promosi juga gencar dilakukan TITA, baik melalui pameran maupun melalui media online (website). [Pius Klobor/IndoTrading News]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Mebel Antik Tita International ini Sangat Diminati Pasar Global