BREAKING NEWS
Search

Taiyo Power Led, Inovasi Solar Energy Besutan Sakaled

Flood Light tipe 80W-FL, bisa diaplikasikan di luar ruangan, kantor, hiburan, dan bangunan komersil
Rata-rata produk LED dari Sakaled dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 50an ribu hingga hingga jutaan rupiah. Sementara untuk lampu solar energy, rata-rata dibanderol dengan harga di atas Rp 1 juta hingga puluhan juta rupiah.

Lampu yang menggunakan energi matahari atau solar energy memang bukan temuan baru. Produk jenis ini telah lama ada dan tersedia dalam berbagai pilihan dengan keunggulannya masing-masing. Salah satunya yang kini turut meramaikan bursa Light Emitting Diode (LED) dalam negeri adalah Taiyo Power Led yang diluncurkan pada 2012 lalu.

“Ini merupakan produk baru yang diproduksi sendiri di pabrik kami di Surabaya, Jawa Timur,” ujar Indra Kashogie, CEO PT Sakabaja Panelindo (Sakaled), kepada IndoTrading News. Proses produksi Taiyo Power Led dilakukan di PT Degan Swadaya di Surabaya.

Apa yang menjadi keunggulan Taiyo Power Led yang disebut sebagai produk revolusioner dalam solar energy industri ini? Produk ini diklaim sebagai salah satu terobosan baru yang dibuat dengan konsep yang mudah dan sederhana dalam pemasangannya.

Adapun keunggulan lain dari poduk ini, yakni sistem pemasangan/perakitan dan penggunaannya sangat sederhana (knock down).

“Siapapun bisa memasang lampu ini karena sangat sederhana. Semua kelengkapannya sudah ada, jadi hanya dihubungkan/disambung saja dan bisa langsung bekerja,” sebut Indra.
Indra Kashogie (Foto: Pio)
Selain itu, Taiyo Power Led yang didesain dan dirakit sendiri oleh Indra ini juga dapat difungsikan sebagai lampu senter, karena bisa dilepas, dan mampu bertahan hingga 12 jam. Keunggulan lain disebutkan, bahwa produk yang menerapkan teknologi terbaru LED dari Jepang ini merupakan otomatis sistem, dimana lampu akan menyala secara otomatis setelah matahari terbenam dan akan padam setelah matahari terbit.

“Tentu, dengan menggunakan teknologi terbaru tersebut, maka cahaya lampu yang dihasilkan pun sangat terang, meskipun dengan daya yang sangat kecil,” ungkap Indra.

Indra bahkan berani menjamin, produknya yang menggunakan lithium battery dan ramah lingkungan tersebut dapat digunakan dan bertahan hingga lebih dari empat tahun.

“Lampu ini menggunakan solar panel khusus yang mampu mengisi battery dengan lebih cepat. Selain itu, produk ini juga dilengkapi dengan USB output yang juga dapat berfungsi untuk mengisi battery ponsel,” katanya sembari menunjukkan komponen Taiyo Power Led tersebut.

Dalam tahun pertama sejak peluncuran produk yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 800-an ribu hingga puluhan jutaan, lampu solar energy tersebut telah ‘mencuri’ perhatian masyarakat hingga mencapai rekor penjualan yang cukup memuaskan. “Terutama pada akhir tahun 2012 lalu. Taiyo Power Led ini menjadi best seller kita. Ini karena semakin banyak orang yang tahu dan paham, terutama soal penghematan energi,” terangnya.

Inovasi Tiada Henti
Hybrid Street Light (Wind Turbin SLDS-3000W & Wind Turbin SLDS-300). Dapat diaplikasian di luar ruangan, dan lain-lain.
Tak hanya Taiyo Power Led, sejak melakukan riset dan pengembangan (R & D) LED lighting pada 2009 lalu, PT Degan Swadaya, telah memroduksi berbagai varian lampu lainnya, baik yang menggunakan energi matahari maupun listrik, seperti pada umumnya. Adapun produk-produk tersebut dapat diaplikasikan di berbagai tempat, dan untuk berbagai keperluan.

Seperti misalnya, untuk kebutuhan di rumah, kantor, industri, bangunan komersil, dan sebagainya. “Jadi bisa digunakan dalam ruangan maupun luar ruangan, juga di tempat-tempat hiburan,” papar Indra.

Sementara, jika dikelompokan berdasarkan kategori ataupun tipe, produk-produk ini terdiri dari bulb (bohlam/lampu pijar), down light (lampu kolong/bawah), emergency bulb (lampu darurat), flood light, high bay, hybrid street light, par, spot LED, street light, dan tube light.

Indra bilang, pihaknya terus berinovasi untuk memroduksi berbagai varian produk LED dengan teknologi terbaru, sehingga dapat menghasilkan energi yang lebih efisien, serta hemat energi. Produk Sakaled, katanya, menghasilkan kualitas terbaik yang diukur dalam Lumen per Watt, sehingga memungkinkan harga produk tersebut lebih terjangkau.

“Untuk lampu LED kami pasarkan dengan harga mulai dari Rp 50an ribu hingga jutaan rupiah. Sementara untuk lampu yang menggunakan cahaya matahari (solar), rata-rata harganya di atas Rp 1 juta hingga puluhan juta,” sebut Alumnus Informasi Teknologi Universitas Bina Nusantara ini.
Lampu yang khusus digunakan di pertambangan
------------------------------------------------------
Nah, bagi Anda yang sedang atau akan merencanakan untuk memasang penerangan di tempat Anda, maka produk-produk Sakaled dapat menjadi pilihan Anda. Kenapa? Ini alasannya:
1. Produk dapat bertahan lama, hingga 50.000 jam.
2. Produk bergaransi 1 tahun
3. Bisa didaur ulang dan bisa diperbaiki
4. Menghemat energi lebih dari 50%
5. Tidak membutuhkan perawatan
6. Cahaya yang  dihasilkan sangat konsisten
7. Tegangan yang masuk sangat fleksibel
------------------------------------------------------

“Kami juga berani menjamin spare partnya dapat kami support hingga lima tahun. Artinya, semua barang yang dibeli dari kami, misalkan suatu waktu rusak, maka barang tersebut tidak akan dibuang karena kami sediakan spare part, sehingga bisa diperbaiki,” jelasnya.

Inovasi Sakaled tak berhenti di sini. Melihat antusias pembeli yang cukup tinggi, terutama pada produk solar energy, kini Indra juga tengah mengembangkan lampu taman yang memanfaatkan energi matahari.

“Lampu taman sementara kita kembangkan dengan dimensi/skala yang cukup besar. Dimana nantinya panel solarnya tidak kelihatan karena kita akan tempelkan (menyatu) di casing/pembungkus lampu tersebut,” jelasnya.

Inovasi produk terbaru ini rencananya akan dirampungkan dan diluncurkan pada 2013 ini.

Pasar ‘Empuk’ di Indonesia Timur
Street light (SL-30W & 50W dan SL-80W & 100W), digunakan di luar ruangan dan bangunan komersil
Indonesia bagian timur merupakan wilayah yang paling banyak menyerap produk-produk yang dipasarkan oleh perusahaan yang berkantor di Ruko Kedoya Elok Plasa Blok DA7, Jakarta Barat ini. Produk-produk tersebut mulai menyebar di wilayah ini sekitar 2010 lalu, baik melalui agen, maupun secara langsung dari perusahaan.

“Produk-produk kami sudah menyebar seantero Indonesia. Hanya memang Indonesia bagian tengah dan timur menjadi area yang paling subur bagi produk kami,” tutur Indra.

Seperti misalnya, penerangan di area perkebunan di wilayah Kalimantan, dan di kantor-kantor cabang PLN di Papua, Ambon, Kalimantan, NTT, NTB, Makassar, dan Manado. “Di Papua, banyak rumah-rumah kecil yang menggunakan lampu kami,” jelasnya.

“Kantor PLN Pusat di Jakarta juga menggunakan produk kami. Dan proyek yang terbaru adalah di Kantor Pertamina di Cirebon, Jawa Barat,” sambung pria 31 tahun ini.

Tak hanya itu, beberapa proyek besar juga menggunakan produk-produk perusahaan ini, seperti di perumahan, apartment, perkantoran milik pemerintah maupun swasta, hotel, rumah sakit, juga penerangan di jalan tol.

Rencananya, berbagai inovasi produk Sakaled tersebut juga akan dipasarkan ke luar negeri. “Ini sementara kami rencanakan, tapi untuk saat ini kami masih fokus di pasar dalam negeri,” tutupnya. [Pius Klobor/IndoTrading News]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


1 thought on “Taiyo Power Led, Inovasi Solar Energy Besutan Sakaled