BREAKING NEWS
Search

Ekspor Sejak 1980, Ternyata Resleting Ini Made in Indonesia

Muliamin (Foto: Pius Klobor)
Awal ditentang orangtua. Muliamin keras kepala, melawan tapi tak dengan suara. Akhirnya ia buktikan, resleting made in Tangerang itu mampu menembus pasar dunia. Kini, perusahaannya jadi produsen dan eksportir resleting terbesar di Indonesia.

BISNIS Resleting ternyata tak hanya didominasi oleh negara-negara luar saja, seperti Jepang, China, Taiwan, atau Eropa. Ternyata, Resleting made in Indonesia pun mampu mencuri perhatian pasar dunia. Bahkan, produksinya terus meningkat setiap tahunnya lantaran permintaan pasar yang cukup tinggi.

Adalah Resleting merek “Amcozip” yang mampu menggebrak pasar internasional sejak tahun 1980-an silam. Produk besutan PT Fajarindo Faliman Zipper ini ternyata adalah hasil kreasi anak bangsa yang akhirnya menjadikan perusahaan ini sebagai produsen sekaligus eksportir retsleting terkemuka di Indonesia.

“Sejak tahun 1980-an kami sudah masuk ke pasar Amerika Serikat dan Eropa, seperti ke Prancis dan Italia. Kegiatan ini terus berlangsung lantaran produk kami memiliki kualitas baik dan dinilai punya keunikan sehingga resleting Amcozip sangat diminati pasar internasional,” cerita Muliamin, perintis dan pendiri perusahaan ini. “Amco sendiri berarti Arizal Muliamin Company,” sambung putra dari Faliman ini.
Meski kegiatan ekspor sempat terhenti karena serbuan produk impor dari China, namun pada tahun 2000 kembali dilakukan dengan menyasar beberapa negara baru, seperti ke Peru, Turki, Dubai dan India. Selanjutnya, ke Belanda, Argentina, Panama, Pakistan, Mesir, dan Bangladesh, serta UAE (United Arab Emirates).

Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 1000 karyawan ini kini memiliki kapasitas produksi yang mencapai di atas 80 ton per bulan. Penaikan ini pun diikuti oleh omzet Fajarindo yang terus meningkat dari 20 persen-30 persen tiap tahunnya.

“Tapi memang pasar dalam negeri tetap mendominasi penjualan kami, dan permintaan ini terus tumbuh setiap tahunnya. Di pasar dalam negeri, kami jual dengan merek yang berbeda, yakni Indozip,” terang bapak empat anak ini.

Untuk pasar dalam negeri, produk Fajarindo telah menyebar seantero Indonesia. Pendistribusian ke pasar di daerah dilakukan melalui saluran distribusi Fajarindo, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, Bali dan Batam.

Kini, Fajarindo memproduksi resleting dari hulu hingga hilir-mulai dari zipper length, top stop, bottom stop (close end), pin & box (open end), slider, tape, elements, body, hingga puller. Produk-produk ini, khususnya slider dapat pula dipesan secara khusus dengan pencantuman nama atau logo.

Sementara dari bahan pembuatannya, ada resleting dari coil, derlin, nylon, dan metal (aluminium dan kuningan). Ini pun tersedia dalam berbagai jenis ukuran dan warna. Ada pula produk lainnya, yakni hook & loop fastener (magic tape), polyester webbing tape (aksesori garmen), dan kancing (snap button).

“Memang resleting adalah produk utama kami, tapi justru di beberapa negara tertentu produk lainnya lebih diminati, seperti pasar Turki yang lebih menyukai hook & loop fastener yang biasa dipasang di tas atau sepatu tidak bertali,” terang pria penyuka renang dan tenis ini.
Salah satu kreasi produk tas yang terbuat dari resleting (Foto: Pius Klobor)
Sambungnya, “Resleting tersebut juga kami kembangkan menjadi beberapa produk lain, seperti berbagai varian dan ukuran tas dari resleting, tempat tisu dari resleting, dasi yang menggunakan resleting, dan lain-lain,” jelasnya sembari menambahkan, “tas resleting ini kalau dilepas semuanya akan menjadi tali yang kuat,” kata pria kelahiran 1946 ini.

Tak haya resleting, perusahaan yang didirikan pada 1980 ini juga memproduksi beberapa produk lain, seperti kancing, dan lainnya.

Lantas apa rahasia dibalik kuatnya benteng Fajarindo mempertahankan pasarnya di tengah persaingan yang semakin meningkat? “Satu hal yang bisa kita kuasai sejak awal adalah Bahasa Inggris. Selanjutnya, kita punya filosofi sebagai pedagang adalah bukan mau cari untung semata. Yang penting adalah bagaimana kita bisa memperoleh hati orang dulu, melalui pelayanan dan penyajian produk berkualitas. Dengan demikian, bisnis ini akan berlangsung dalam waktu yang panjang,” jelas pria asal Medan ini.

Ditambahkan Widodo Hadi W, Expo Manager PT Fajarindo, “Perusahaan lain (kompetitor) tidak kami jadikan sebagai lawan, melainkan kami sama-sama saling belajar untuk bersaing secara sehat.”

Berbagai gebrakan, inovasi dan kegiatan bisnis yang terus meningkat, kini Fajarindo telah menjadi perusahaan aset nasional yang mengharumkan nama bangsa melalui kegiatan bisnisnya tersebut. Maka tidaklah mengheranakan, berbagai penghargaan dan sertifikat keberhasilan telah diterima oleh perusahaan yang beralamat di Jl Faliaman Jaya No 19, Daan Mogot, Tangerang ini.

Penghargaan tersebut, antaralain Oeko-Tex Standard 100, Sistem Manajemen Mutu (ISO) SGS Indonesia CERT ISO 9001:2000 Certified Company, Pengadaan Kantor / Sekretariat APINDO Kota Tangerang, penghargaan dari Departemen Keuangan RI, Pencapaian Target Penerimaan Pajak, dan Certificate of Honour. Belum lagi Primaniyarta Award yang sudah tiga kali (2009, 2011, dan 2012) diperoleh dari Pemerintah RI sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM) eksportir terbaik.

“Puji Tuhan, 7 Desember 2012 lalu, kami juga menerima piagam penghargaan dari Presiden atas keterlibatan kami dalam menjaga penghijauan, jadi penghargaan di kategori industri hijau,” tutupnya bangga. (Pio/IndoTrading News)


Baca Juga:



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Ekspor Sejak 1980, Ternyata Resleting Ini Made in Indonesia