BREAKING NEWS
Search

Tengok Kreativitas Ries Suryanita Kelola Bisnis Madu Bubuk dan ‘Turunannya’

Ries Suryanita (Foto: Pio)
Meski masih seumur jagung, namun produk-produknya telah diekspor ke beberapa negara. Apa rahasianya?

Madu, memang tak asing lagi bagi semua kita. Cairan kental dan manis ini memiliki khasiat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia. Tapi, tahukah Anda, madu cair tersebut juga kini tersedia dalam rupa madu bubuk? Ya, Madu Bubuk “WanaBee”, salah satu kreasi ‘MomPreneur‘ Indonesia, yang tak mengurangi khasiat dari madu itu sendiri.

Ternyata, madu bubuk ini diproduksi oleh seorang ibu rumah tangga, yang tak lain adalah Ries Suryanita. Kepada IndoTrading News, ibu tiga anak yang kerap disapa Ries ini menuturkan, bahwa madu temuannya bersama beberapa mahasiswa dari IPB (Institut Pertanian Bogor) ini telah menarik perhatian pasar yang cukup luas, termasuk juga pasar luar negeri.

Kenapa? Alasannya, sebut Ries, madu adalah minuman kesehatan yang telah dikenal sejak turun-temurun. Selanjutnya, madu bubuk lebih muda diolah karena lebih cepat larut, lebih mudah dibawah ke mana-mana tanpa khawatir wadahnya akan pecah, dan praktis dikonsumsi sebagai pengganti produk-produk pemanis.

“Nah, alasan inilah yang membuat saya betah dan fokus menjalankan peluang usaha ini,” tegas Ries.

Kata dia lagi, “semua golongan usia dapat mengonsumsi produk tersebut tanpa ada efek samping negatif, termasuk juga anak-anak. Jadi sama saja dengan madu cair, hanya beda pada kemasanannya.”

Madu Bubuk WanaBee mulai diproduksi pada pertengahan tahun ini. Produk ini menggunakan madu jenis pramuka, yang disebut sebagai salah satu madu dengan kualitas terbaik.

“Memang cukup sulit untuk dapat menemukan madu yang benar-benar lulus uji klinik dengan khasiat terbaik seperti, yang kami gunakan sekarang, yakni madu pramuka,” ungkap Ries.

Madu Bubuk WanaBee tersedia dalam beberapa keamasan, antaralain kemasan 1 kg, 200 gram, dan kemasan sachet. Demikian juga harga yang bervariasi, mulai dari Rp 35.000/200 gr, Rp 45.000/dus (isi 40 sachet), dan Rp 125.000/1 kg.

Meski terbilang baru, namun produk ini ternyata mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat. Ini terbukti dengan penjualan yang terus meningkat pada setiap bulannya.

“Sejauh ini memang pemesanan lebih banyak datang dari industri, juga restoran, karena produk ini kan nantinya diolah lagi. Ada yang untuk pemanis minuman, ada juga yang membuat manisan, seperti permen, dan sebagainya,” terang Ries.

“Starbucks dan Garuda juga sudah minta madu bubuk ini. Jadi intinya, perusahaan-perusahaan atau industri dan restoran menjadi target utama kita terhadap madu bubuk ini,” sambungnya.

Varian Produk ‘Turunan’ Madu
Permen Madu Coklat
Kreativitas dan inovasi Ries Suryanita ternyata tak berhenti di sini. Dari madu bubuk temuannya, dikreasikan lagi menjadi beberapa produk kesehatan lainnya yang juga telah menembus pasar mancanegara. Produk-produk tersebut, yakni WanaBee Honey Candy-permen manis dari madu dan Honey Coffe-kopi madu.

“Kedua produk ini masih menggunakan bahan dasar madu sebagai adonan inti,” sebutnya.

WanaBee Honey Candy merupakan permen natural yang tidak menggunakan bahan tambahan pemanis, pewarna, dan perasa makanan. “Permen ini menggunakan bubuk madu sebagai pemanis alami untuk setiap varian Wanabee dan ditambahkan ekstrak teh hijau,” jelas Ries.

Permen madu ini tersedia dalam tujuh varian rasa, yakni rosella, monttie, coffeechill, guavanoz, funbery, dan chocolateday.

Sementara Honey Coffe, selain madu sebagai bahan intinya, bahan alami lain juga turut dipadukan, seperti cokelat dan ginseng.

“Khasiat terhadap kesehatan tetap menjadi inti dari produk-produk yang kami produksi ini,” terangnya.

Soal harga, Ries bilang kedua produk ini dijual dengan harga masing-masing sebesar Rp 40.000 untuk permen madu dan Rp 35.000 untuk kopi madu. Dan, hingga kini, produk-produknya tersebut telah dipasarkan ke pasar, baik domestik, maupun internasional.

“Sejauh ini, ketiga produk kami sudah dipasarkan ke luar negeri. Seperti, Kopi Madu ke Malaysia dan Singapura, serta Permen Madu ke Turki dan Pakistan,” sebut alumnus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan ini.

Ries bilang, kegiatan ekspor tersebut sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu, yang bemula dari keikutsertaan pihaknya dalam beberapa event pameran di luar negeri. “Kami dilibatkan dalam beberapa kali pameran di luar negeri oleh sebuah perusahaan pengemasan di Bandung. Ini yang menjadikan produk-produk kami cepat dikenal oleh pasar internasional,” ungkapnya.

“Memang belum semua kami ekspor secara rutin, tapi untuk Honey Coffe, sudah rutin ke Malaysia dan Singapura sebanyak satu kontener per bulannya,” tambah dia.

Lagi, inovasinya terus berlanjut, kini Ries tengah mempersiapkan beberapa produk barunya yang segera akan pula dipasarkan. Sebagai pemerhati masalah kesehatan, produk-produknya itu tetap menggunakan bahan alami, tanpa pengawet.

Dia optimis, pasar akan sangat positif menyambut berbagai varian produknya itu. Apalagi sambungnya, komunitas ibu-ibu kreatif yang tergabung dalam Komunitas MomPreneur, besutannya telah siap membantu memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya.

“Kami selalu kompak untuk berbagai hal. Tidak hanya produk saya, produk ibu-ibu yang lain juga menjadi tanggung jawab kami bersama untuk bisa membantu memasarkannya,” ungkap Ries.

Dan, untuk mengembangkan pasarnya itu, Ries juga tengah mencari mitra maupun distributor yang ingin bergabung untuk memasarkan produk-produknya. Anda berminat? [Pio/IndoTrading News]



nanomag

Mereka akan selalu mengenangmu melalui karya yang menginspirasi dan tak berkesudahan


0 thoughts on “Tengok Kreativitas Ries Suryanita Kelola Bisnis Madu Bubuk dan ‘Turunannya’